Perpecahan di PWI: Ancaman bagi Persatuan dan Keutuhan Organisasi
Kolom oleh: Hero Akbar N/ Moses
Aktivis Bogor, Pemred Media Kupas Merdeka
Perpecahan di tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) patut menjadi perhatian serius bagi seluruh anggota organisasi. Apalagi kabar tentang pembentukan Plt. Ketua PWI Jawa Barat dan Kota/Kabupaten juga menyeruak yang dinilai mencederai upaya rekonsiliasi yang sedang dilakukan oleh PWI Pusat.
Perpecahan ini tidak hanya berdampak pada citra organisasi, tetapi juga dapat melemahkan solidaritas dan keutuhan anggota PWI. Sebagai organisasi profesi wartawan tertua di Indonesia, PWI seharusnya menjadi contoh bagi organisasi lain dalam hal persatuan dan kesolidan.
Upaya rekonsiliasi yang dilakukan oleh PWI Pusat patut diapresiasi, namun pergerakan di tingkat wilayah yang berpotensi merusak semangat perdamaian harus segera dihentikan. PWI Kabupaten Bogor, misalnya, telah menyatakan dukungannya terhadap rekonsiliasi dan menolak manuver-manuver yang dapat merusak keutuhan organisasi.
Dalam situasi seperti ini, penting bagi seluruh anggota PWI untuk menjaga netralitas, kekompakan, dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu. PWI harus menjadi contoh bagi organisasi lain dalam hal persatuan dan kesolidan.
Kongres Persatuan PWI yang akan digelar beberapa bulan ke depan diharapkan dapat menjadi momentum penting untuk menyatukan kembali organisasi dan memperkuat solidaritas anggota. Namun, perpecahan di tingkat wilayah harus segera diatasi agar kongres dapat berjalan damai dan demokratis.
Dalam jangka panjang, perpecahan di PWI dapat berdampak pada kredibilitas dan pengaruh organisasi dalam industri jurnalistik. Oleh karena itu, penting bagi PWI untuk segera menyelesaikan konflik internal dan memperkuat persatuan dan keutuhan organisasi.
Dengan demikian, PWI dapat kembali menjadi organisasi profesi wartawan yang kuat dan berpengaruh, serta menjadi contoh bagi organisasi lain dalam hal persatuan dan kesolidan.
Leave a comment