Nah Loh, Peningkatan Jalan Lingkungan Perumahan Griya Asri 2 Belum Selesai Dikerjakan, Kok Sudah Ada Yang Rusak?
BEKASI (KM) – Proyek peningkatan jalan yang diselenggarakan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DISPERKIMTAN) Kabupaten Bekasi yang dimenangkan oleh CV. Family Jaya Mandiri melalui sistem metode E-Purchasing E-Katalog diduga tidak sesuai teknis spesifikasi.
Pasalnya, saat pantauan awak media dilokasi pekerjaan dengan judul Peningkatan Jalan Lingkungan Perumahan Griya Asri 2 dengan nomor SPMK: 600.2.10.2/361/SPMK/DISPERKIMTAN-PSU/III/2025. Pagu: Rp. 4.554.010.040, diduga ada kejanggalan pada saat pelaksanaan pengecoran, dan hasil dari pengecoran tersebut sudah ada yang retak, bahkan mengebul dan berudul.
Salah satu warga Perum Griya Asri 2, DP Tambunan mengatakan, hasil pengecoran yang sisi sebelahnya sudah mengebul sehingga mengganggu pandangan mata dan menyebabkan pengendara motor terjatuh, hasil betonnya pun ada yang kelihatan kerikilnya.
“Memang pengawas dari Dinas dan Konsultan supervisi tidak mengawasi? Sehingga hasil pengecoran seperti itu, apalagi ini anggarannya besar,” keluhnya.
“Jalan ini kan dipakai untuk selamanya bukan untuk sementara, kalau baru kelar saja sudah ada yang rusak, apalagi kedepannya pasti tambah parah.” ucapnya.
Sementara, Aziz selaku konsultan supervisi ketika dipertanyakan mengenai kegiatan peningkatan jalan lingkungan perumahan Griya Asri 2 yang di kerjakan CV. Family Jaya Mandiri tersebut enggan berkomentar.
Dirinya tidak menjawab saat dipertanyakan hasil pengecoran sudah ada yang ngebul, berudul dan patah pada hasil betonnya. Termasuk saat ditanya berapa meter per segmentnya, serta ukuran besi dowhelnya beserta bantalan dowhelnya dan kualitas betonnya apakah sudah sesuai atau belum? dan dengan hasil beton yang seperti itu, apa tindakan konsultan sebagai yang mengawasi teknis pada kegiatan tersebut? ia pun tidak bisa berkomentar.
Hal serupa juga ditunjukan Kepala Bidang PSU pada Disperkimtan Kabupaten Bekasi, Nur Wahyi saat dikonfirmasi kupasmerdeka.com mengenai temuan tersebut. Dirinya juga enggan menjawab konfirmasi tersebut.
Menyoroti hal tersebut, Yanto selaku pemerhati infrastruktur Kabupaten Bekasi, mengaku sangat menyayangkan dengan pekerjaan yang dikerjakan CV. Family Jaya Mandiri itu. Menurut Yanto, harusnya pengawas dan konsultan lebih extra dalam mengawasi, baik itu pada saat pelaksanaan ataupun sudah selesai pelaksanaan.
“Dari jarak besi dowhel yang dipasang saja diduga tidak sesuai persegmentnya, karena pada saat pelaksanaan banyak berada disisi beton yang sudah di cor. Apalagi hasil pengecoran yang stracking sebelah sudah ada yang patah, ngebul hingga berudul,” ujar Yanto, Sabtu (17/5).
Menurutnya, harusnya dilakukan evaluasi terlebih dahulu hasil beton pada stracking pertama sebelum dilanjutkan stracking yang sebelahnya. Terlebih Disperkimtan bidang PSU baru tahun ini mengerjakan peningkatan jalan dengan ketebalan 25 cm dan memakai pembesian.
“Ini seperti ada pembiaran oleh Dinas dan Konsultan untuk tetap dilanjutkan. Ini kan pakai dana APBD yang jumlahnya miliyaran rupiah,” jelasnya.
“Kami meminta agar pihak Disperkimtan Kabupaten Bekasi dapat mengecek langsung untuk melihat kondisi di lapangan. Sehingga dapat melihat hasil yang sebenarnya terjadi, apakah pekerjaan tersebut sudah maksimal atau tidak,” tegasnya.
Maka itu, dirinya pun meminta agar pihak Kejaksaan turun tangan dan mengaudit pekerjaan yang dikerjakan Cv. Family Jaya Mandiri, apakah sudah sesuai spek apa tidak?.
“Dan sertifikat keahlian konsultan coba dicek, karena kegiatan dan biaya konsultan tersebut menggunakan pajak masyarakat,” pungkasnya.
Reporter: Mon
Editor: Drajat
Leave a comment