Karyawan CV. Taufan Jaya Minta Pemerintah Lebih Bijak, Tolak Penutupan Perusahaan Tempat Mereka Mengais Rezeki

Foto: Ilustrasi Perusahaan Yang Mengepulkan Asap

BOGOR (KM) – CV. Taufan Jaya begerak di bidang Penyulingan Ban Bekas yang terletak di Kampung Cibugis Bagogog Klapanunggal Bogor, Jawa Barat. Keberadaan perusahaan tersebut sangat dirasakan manfaatnya buat karyawan yang rata-raya berasal dari warga sekitar, terutama bagi mereka yang pendidikannya minim, mereka bisa bekerja di situ demi menyambung hidup keluarga, istri dan anak-anaknya.

Salah satu karyawan berinisial E mengatakan, “Kami orang bodoh tidak sekolah tinggi, kami hanya bisa bekerja di CV. Taufan Jaya pak, kalau kami melamar ke perusahaan lain, kami tidak akan diterima karena kami tidak mempunya ijazah seperti orang lain,” ungkap E kepada KM, Sabtu (10/5).

“Kami tidak rela kalau perusahaan ini ditutup pak, karena kami sudah kurang lebih 2 tahun menggantungkan hidup di situ, demi menghidupi keluarga kami,” tambahnya.

E mengaku, satu-satunya tempat ia dan warga lainnya bergantung hidup mendapatkan pekerjaan hanya diperusaahaan tersebut.

“Seandaiya perusahaan tersebut ditutup, kami makan apa?, anak istri kami mau bagaimana?, siapa yang memberikan kami makan?, sementara kami tidak punya Ijazah,” keluh E.

Atas situasi tersebut, masyarakat dan karyawan setempat pun meminta dan memohon agar pihak pemerintah dalam hal ini Penegakan Hukum (Gakum) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, supaya bijak menelaah persoalan, jangan sampai mengorbankan karyawan dan masyarakat sekitar yang saat ini menggantungkan hidupnya di CV. Taufan Jaya.

“Kalau memang perusahaan ini bersalah, dikatakan mencemari lingkungan, itu tidak benar, karena banyak juga perusahaan di sekitar situ yang mengeluarkan asap,” jelasnya.

“Perusaahaan ini sebenarnya sudah diperiksa oleh Gakum DLH baru-baru ini, namun tidak ditemukan pelanggaran yang mencemari lingkungan,” ucap Hj. Tini sebagai owner CV. Taufan Jaya.

Dirinya tidak tahu kenapa ada yang selalu mencari-cari kesalahan dari perusahan miliknya tersebut, “Kalau emang mau ditutup silahkan saja pemerintah yang menutup,” imbuhnya.

“Kalau sebaliknya pihak perusahaan yang menutup itu tidak mungkin bisa kami lakukan, karena mereka menggantungkan hidup di perusahaan ini, kami harus persiapkan pesangon dan sebagainya. Lalu mereka kerja di mana?, mereka tidak mempunyai ijazah untuk melamar si perusahaan lain,’ tutupnya.

Reporter: Gats
Editor: Drajat

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.