Belum Lama Dirampungkan, Proyek Betonisasi Yang Dikerjakan CV. TSJ Sudah Patah dan Berudul, PPK Diminta Turun
BEKASI (KM) – Proyek infrastruktur jalan (Betonisasi) yang berjudul, Rekonstruksi Jalan Lingkar Pasar Cibitung Nomor SPMK: PG.000.3.3/187/SPMK/PJL-SDABMBK/2025, yang dikerjakan oleh CV. Timur Sarana Jaya dengan total anggaran Rp.649.329.137 dari APBD 2025 Kabupaten Bekasi, sudah mengalami patah dan kerusakan di beberapa titik, diduga dikerjakan tidak maksimal.
Pasalnya, di waktu proses kegiatan berjalan, para pekerja (tukang) menyiramkan air secara terus menerus di saat betonisasi masih terlihat basah. Sayangnya hal itu pun dibiarkan oleh kepala tukang bernama Darto.
Sebelumnya, Wahono sebagai Pengawas Dinas SDABMBK Pemkab Bekasi, Bidang Bina Marga, waktu dimintai tanggapan soal penyiraman air, dirinya mengatakan, “soal itu tidak dibenarkan bang, sudah saya arahkan untuk tidak ditambah air, nanti kami cek mutu betonnya”.
Sementara itu, warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengaku sangat kecawa dengan hasil betonisasi itu. Padahal, kegiatan tersebut belum lama selesai dikerjakan, namun hasilnya sudah ada yang patah, retak dan berudul, sampai-sampai batu kerikil nya terlihat jelas.
Sorotan serupa juga disampaikan Yanto Purnomo selaku Ketua Komunitas Peduli Bekasi (KPB) yang menilai hasil pekerjaan proyek betonisasi oleh pihak kontraktor diduga tidak menggunakan bahan berkualitas atau proses yang benar, sehingga menyebabkan jalan menjadi retak dan merudul setelah selesai dikerjakan.
“Apalagi, disiram air sebelum mengeras dapat menyebabkan retak dan merudul, karena proses pengerasan beton terganggu. Hal ini terjadi karena air yang disiramkan menyebabkan proses hidrasi semen tidak optimal, sehingga struktur beton menjadi lemah dan rapuh,” jelas Yanto, kepada kupasmerdeka.com Minggu (11/05/2025).
“Jika beton terlalu berlebihan air, dapat menghambat proses terbentuk struktur beton yang kuat, lepas karena tidak terikat dengan baik,” tambahnya.
“Saat pelaksanaan pekerjaan, seharusnya konsultan ikut mendampingi, agar kekuatan dan kualitas proyek yang dikerjakan pihak kontraktor sesuai dengan spesifikasi,
air itu sangat jelas mengurangi kuantitas dan kualitasnya,” ungkap Yanto.
“Saya berharap dan mendesak PPK SDABMBK, Dede Chairul, atau inspektorat Kabupaten Bekasi, agat turun langsung ke lokasi untuk memastikan kerusakan pekerjaan betonisasi yang dikerjakan kontraktor CV. Timur Sarana Jaya,”pungkasnya.
Reporter: Den
Editor: Drajat
Leave a comment