Desakan Pemerataan Pengangkatan Tenaga Kerja P3K dan K2 di Kabupaten Paniai dan Provinsi Papua Tengah
NABIRE (KM) – Sejumlah tokoh masyarakat dan kalangan intelektual dari Distrik Duma-Dama dan Dogomo menyampaikan pernyataan sikap terkait proses perekrutan tenaga kerja P3K, K2, serta honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Paniai dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Mereka menekankan pentingnya pemerataan dalam pengangkatan tenaga kerja tersebut.
Pernyataan sikap ini disampaikan oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Tokoh Adat Distrik Duma-Dama, Melkias Yatipai; Tokoh Pemuda, Marten Dogopia; Tokoh Agama, Germanus Dogopia; Tokoh Perempuan, Lince Kudiai; serta para tokoh intelektual seperti Ruben Yatipai dan Yulianus Yatipai. Selain itu, Kepala Kampung Simon Yatipai dan Kepala Distrik Duma-Dama, Demianus Yatipai juga turut memberikan dukungan atas pernyataan ini.
Mereka menyoroti sejumlah poin penting, antara lain:
-
Pemerintah Provinsi Papua Tengah diminta membuka peluang selebar-lebarnya bagi penerimaan tenaga honorer, mengingat kapasitas anggaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang memadai untuk membiayai kebutuhan tersebut.
-
Dalam proses perekrutan honorer, Pemprov juga diharapkan memberikan prioritas dan perlindungan terhadap para sarjana yang hingga saat ini masih belum mendapatkan pekerjaan.
-
Para tokoh menekankan perlunya keterlibatan masyarakat dan intelektual dari Distrik Duma-Dama dan Dogomo dalam setiap tahapan pengangkatan honorer agar tidak terjadi ketimpangan.
-
Mereka juga menegaskan bahwa setiap perusahaan yang berencana menjalankan operasi di wilayah Distrik Duma-Dama dan Dogomo wajib memperoleh persetujuan dari para tokoh masyarakat dan intelektual setempat. Jika tidak ada persetujuan tersebut, maka masyarakat setempat akan menolak kehadiran perusahaan tersebut.
Masyarakat berharap pemerataan kesempatan kerja dan pengakuan terhadap peran masyarakat lokal dalam pengambilan keputusan yang menyangkut wilayah mereka.
Reporter: Gobai
Leave a comment