Franky Widjaja Pemilik Sinar Mas Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

JAKARTA – Franky Oesman Widjaja, seorang eksekutif Sinar Mas, dilaporkan oleh adik tirinya, Freddy Widjaja, ke Polda Metro Jaya pada Senin, 27 Mei 2024. Laporan ini terkait dugaan pemalsuan yang melibatkan salah satu orang terkaya di Indonesia tersebut.

 

Freddy Widjaja mengatakan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, bahwa laporan ini berkaitan dengan dugaan penggunaan akta lahir palsu yang digunakan untuk membuat KTP, paspor, dan dokumen lainnya termasuk akta perusahaan, yang diduga menyebabkan penggelapan harta peninggalan mendiang Eka Tjipta Widjaja.

 

Akta lahir yang diduga palsu ini disebut-sebut digunakan untuk mengajukan kasasi dalam sengketa antara Freddy dan Franky di Mahkamah Agung (MA), di mana Freddy kalah dalam kasus tersebut.

 

Alvin Lim, kuasa hukum Freddy dari LQ Indonesia Law Firm, menjelaskan bahwa dokumen yang diduga palsu ini digunakan di pengadilan untuk memenangkan kasasi. Jika kepolisian menyatakan akta tersebut palsu, pihaknya akan meminta pembatalan putusan tersebut.

 

Alvin berharap Polda Metro Jaya dapat menindaklanjuti laporan dengan nomor registrasi: LP/B/2907/V/2024/SPKT/POLDA METRO JAYA tanggal 27 Mei 2024. Menurutnya, ini adalah perkara sederhana yang dapat diusut dengan mudah oleh polisi.

 

“Laporan ini berdasarkan pasal 266 ayat 2 tentang pemberian keterangan palsu dalam akta autentik, yang ancaman hukumannya adalah 7 tahun penjara,” ungkap Alvin.

 

Sebagai bukti, Freddy dan Alvin membawa surat dari Disdukcapil yang menyatakan bahwa Franky tidak terdaftar saat lahir, fotokopi dokumen tersebut, salinan buku register, dan putusan PK yang mencantumkan surat tersebut sebagai alat bukti.

 

Alvin, pendiri LQ Indonesia Law Firm, menegaskan pentingnya bukti-bukti tersebut dalam laporan mereka.

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*