Darurat TBC, Komunitas Bogor Edun Pisan (#BEP) Gelar Kongkow Bareng Ngubek Kabupaten Bogor Pikuen Bebas TBC

BOGOR (KM) – Tuberculosis atau TBC merupakan penyakit menular yang perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak, khususnya pemerintah dalam upaya nya menanggulangi dan meminimalisir tingginya angka kematian akibat penyakit tersebut.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Bogor yang disebut-sebut sudah dalam situasi darurat TBC dan perlu mendapatkan perhatian khusus.

Hal itu diungkapkan Ketua Yayasan PENA Foundation, Sandi Hanafia. Menurutnya, Kabupaten Bogor yang saat ini sudah darurat TBC perlu mendapatkan perhatian dan dukungan dari semua pihak. “Tidak hanya Pemerintah saja, tapi juga stakeholder ikut aktif dalam menekan angka TBC tersebut,” ujarnya usai acara Kongkow Bareng Ngubek Kabupaten Bogor Pikuen Bebas TBC #Bogor Edun Pisan (BEP), di Tajur Halang, Bogor (21/04/2024).

Sandi menjelaskan, dalam acara tersebut pihaknya sengaja mengundang berbagai pihak dari komunitas, aktivis kader PKK, dan ormas (Ansor dan PP), mengingat fakta di lapangan yang mengindikasikan bahwa penanganan TBC belum menjadi skala prioritas pihak-pihak terkait.

Sandi menilai, belum aktifnya penanganan TBC di Kabupaten Bogor disebabkan karena kurangnya tenaga medis, alat pendukung yang belum merata, sosialisasi yang juga belum maksimal, serta sebab lainnya.

“Kita berharap dengan pertemuan sore ini (21/4), kita ikut serta dukung Pemerintah dalam mencapai targetnya yaitu tahun 2030 Kabupaten Bogor bebas TBC. Kita prihatin, seperti salah satu contoh puskesmas yang jauh melebihi target. Artinya penyakit TBC sangat masif,” kata Koordinator Komunitas #BEP ini.

Dirinya pun berharap tidak hanya Pemerintah saja yang berperan aktif, namun juga peran aktif dari masyarakat. Untuk itu, lanjutnya, butuh bantuan juga dari semua pihak.

“Untuk Pemerintah Kabupaten Bogor jangan pernah ragu dalam menggelontorkan anggaran TBC. Apalagi, kalau bisa seperti penanganan Covid-19 yang anggarannya dari atas sampai level bawah. Bahkan, kalau keberatan dalam anggaran, kita juga bisa ikut mencari solusinya seperti melalui bantuan CSR,” ujarnya.

Sementara itu, nara sumber diskusi NS. Maya Kartika, yang juga penanggung jawab TBC Puskesmas Kecamatan Ciseeng, dalam kesempatan tersebut menyampaikan materi tentang sosialisasi dalam menanggulangi TBC, gejala dan mata rantainya.

“Harapannya dari pertemuan tersebut tidak hanya sekali saja. Namun, bisa terus berkesinambungan seperti mengundang nara sumber spesialis TBC, relawan, komunitas, RT, RW dan lainnya,” jelasnya.

Maya mengatakan, di Puskesmas Ciseeng pada tahun 2023 dengan 197 target penderita yang diobati ternyata melebihi target sebanyak 217 orang. Terduga atau suspek (belum tentu) sebanyak 1031 orang dan 1440 terduga.

“Untuk itu, jangan malu periksa diri ke Puskesmas. Kita meminta masyarakat agar lebih perhatian pada diri sendiri dan menjalankan pola hidup sehat,” terangnya.

Maya menambahkan, angka penderita TBC diperoleh dari pemeriksaan di Puskesmas. Sementara, kendala di lapangan salah satunya sulit mendapatkan data dari klinik swasta. “Susah mendapatkan data TB dari klinik swasta meskipun kita sudah minta. Kalau ada data itu maka bisa diketahui jumlahnya bisa lebih,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, kasus TBC pada tahun 2021 di Indonesia berada di peringkat kedua terbanyak di dunia setelah India. Setiap tahunnya terdapat 845.000 kasus TBC di Indonesia.

Khusus di Jawa Barat, Kabupaten Bogor tercatat sebagai penyumbang kasus TBC terbanyak. Kemenkes RI menyebutkan ada 15.074 orang yang terpapar TBC per 2021. Dari jumlah tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menyatakan baru menemukan sekitar 80 persen.

Sayangnya, informasi publik tentang penanganan TBC dan data penderita di Kabupaten Bogor yang terbaru belum ada informasi lanjutan.

Reporter : Sudrajat

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.