Terkait Penutupan Jalan Di Gunung Sindur, BRIN; Jalan Lama Dibangun Pemkab Diatas Lahan BRIN

Akses jalan Gotong Royong yang ditutup BRIN, warga harus berputar menggunakan jalan lain ((Bayu/ KM)

BOGOR (KM) – Mengenai penutupan atau pengalihan jalan di wilayah Desa Pabuaran, kecamatan Gunung Sindur, kabupaten Bogor oleh pihak BRIN beberapa hari lalu, BRIN mengungkapkan jalan yang dibangun oleh pemkab tersebut merupakan lahan milik BRIN.

Handoko selaku Kepala BRIN ketika dikonfirmasi oleh media, memberikan arahan untuk meminta klarifikasi kepada Yan Rianto selaku Plt Deputi bidang infrastruktur Riset dan inovasi yang bertanggung jawab di wilayah tersebut.

Dalam keterangannya melalui pesan singkat, Yan Rianto mengungkapkan penutupan atau pengalihan jalan tersebut merupakan upaya pengamanan aset BRIN yang merupakan obyek vital nasional.

“Dalam rangka pengamanan aset BRIN yang merupakan obyek vital nasional, dibuat jalan beton dengan lebar sama dengan jalan eksisting. Perlu diketahui, Jalan eksisting dibangun oleh Pemda di atas lahan BRIN,” jelas Yan Rianto via pesan singkat (3/1).

“Koordinasi sudah dilakukan dengan perangkat desa, sampai ke pemprov sejak awal tahun lalu,” tambahnya.

“Perlu diketahui, jalan lama dibangun pemkab di atas lahan BRIN, baik jalan lama maupun jalan baru saat ini berada di atas lahan BRIN,” ungkapnya.

Sebelumnya warga kp Citeureup melakukan aksi protes kepada kepala desa (kades) Pabuaran kecamatan gunung Sindur, Bogor, dan kepada pihak BRIN atas penutupan atau pengalihan jalan milik Pemda kabupaten Bogor yang sekaligus jalan akses warga yang ditutup oleh pihak Brin.

Bahkan sempat viral di rekaman video salah satu warga yang beredar, salah satu warga yang tidak diketahui namanya melontarkan kata rasa kekecewaan kepada kepala desa Pabuaran, kecamatan gunungsindur, Bogor.

“Intinya selama ini kita tidak pernah dikasih tau apa apa, oleh RT RW Kadus atau lurah,” ucap salah satu warga dalam video tersebut.

Bahkan dalam video tersebut sang perekam video yang diduga RT setempat ditantang oleh warga tersebut untuk menuju ke rumah kepala desa pabuaran untuk meminta kejelasan.

“Jangan diem aja, ayo kerumah lurah, ayo pa RT,” jelas warga dengan nada tinggi divideo tersebut.

Terdengar juga dalam video tersebut sang perekam video hanya menjawab, ” samperin aja sendiri, samperin,” singkatnya menjawab.

Dalam video yang lain, meski tidak terdengar jelas, namun sempat terdengar suara kekecewaan beberapa warga yang merasa kecewa terhadap kades pabuaran.

“Ini jalan Pemda pak, Emang lurah bangsat”, ucap salah satu warga yang terdengar dalam video tersebut di menit 0:20.

Bukan tanpa alasan adanya aksi protes yang dilakukan warga tersebut, pasalnya mereka kecewa atas kepala desa Pabuaran, dengan membiarkan pihak BRIN menutup akses jalan tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu kepada masyarakat sekitar.

Saat awak media kupasmerdeka.com ingin mengkonfirmasi terkait kejadian tersebut kepada KADES Pabuaran via Wathsapp, sampai berita ditayangkan Kades Pabuaran tidak memberikan tanggapan

Reporter:  Bayu

 

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*