Gelar Sosialisasi, Bacaleg PSI Ini Kritisi Kinerja Legislator dan Pemerintah Terhadap Dampak Polusi Limbah Pabrik di Kota Depok
DEPOK (KM) – Jelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, para calon anggota legislatif (Caleg) beserta mesin partai lainnya terus menggalakkan kegiatan sosialisasi agenda dan program partai ke warga masyarakat di daerah pemilihannya masing-masing.
Termasuk yang dilakukan oleh Haekal Rivaldy Wardana, Caleg dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) daerah pemilihan (Dapil) 4 Sukmajaya Kota Depok yang menggelar pertemuan dengan warga sekitar kediamannya yang berlokasi di kawasan BBM Sukmajaya pada Jumat malam, 6 Oktober 2023.
Acara yang dihadiri puluhan warga tersebut, turut dihadiri beberapa Caleg PSI lainnya untuk DPRD Jawa Barat dan DPR RI yang saling bahu membahu pencalonan masing-masing agar masyarakat dapat melihat dan mendengar langsung paparan program partai dan visi misi para caleg PSI tersebut, sekaligus menampung berbagai usulan dan keluhan warga untuk dapat ditindaklanjuti.
Haekal, saat diwawancara awak media ini disela acara sosialisai, mengaku bahwa dirinya yang baru berusia 24 tahun ini nekat terjun ke dunia politik karena dukungan dan restu keluarga besarnya untuk mengembangkan seni budaya Betawi sesuai latar belakangnya yang aktif di dunia sanggar tari dan seni pencak silat.
Haekal juga bertekad memperjuangkan hak-hak warga yang tersandera, khususnya mengenai dampak pencemaran lingkungan baik polusi udara dan air yang sudah bertahun-tahun ditimbulkan dari limbah kimia pabrik yang beroperasi di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.
“Sudah lama keluhannya, cuma masyarakat itu bingung mau disampaikan ke siapa?, kita punya anggota dewan tapi tidak pernah melihat ada yang terjun langsung ke situ, warga juga sudah menyampaikan keluhannya kepada mereka, tapi tidak ada hasil juga meski sudah bertahun-tahun,” ujar tokoh pemuda yang akrab dipanggil Bang Ekal ini.
“Saya ini memang tipikal petarung, jadi kalau ada keluhan-keluhan warga, hayo aja saya mah bantu urusin. Cuma ya itu, seringkali juga mandek terbentur dengan kebijakan dan birokrasi di pemerintah,” lanjutnya.
“Kadang sampai bingung juga mau laporan kemana lagi, anggota-anggota dewan wilayah sini juga gak kedengaran suaranya, kan kasihan warga yang sudah bertahun-tahun merasa terganggu oleh pencemaran lingkungan dari limbah pabrik, belum lagi terkait masalah pendidikan dan lainnya,” ungkap warga asli Sukmajaya Depok dengan logat Betawi nya yang kental.
“Ya harapan saya tentunya pemerintah kota Depok juga jangan membelakangi masyarakat. Hal lainnya juga yaitu tentang infrastruktur jalan supaya merata lah di semua titik, termasuk di Sukmajaya sini dan wilayah lain yang memang belum tersentuh,” imbuhnya.
“Untuk anggota dewan juga tolong jangan arogan lah, seperti kejadian beberapa waktu lalu yang dialami sopir truk. Jadi janganlah bersikap seperti preman supaya masyarakat juga tidak antipati, intinya merakyat lah karena awalnya dari rakyat ya harus bersikap baik dengan rakyat,” tegasnya.
Sementara itu, Caleg PSI lainnya dari provinsi Jawa Barat 8 untuk dapil Depok-Bekasi, Guruh Yusworo, mengaku sangat mengapresiasi pencalonan Haekal untuk maju ke legislatif. Menurutnya, sosok Haekal yang masih muda dan gagah turut menjadi harapan Kaesang selaku Ketua Umum PSI yang menginginkan anak-anak muda agar tampil ke depan di pemilu 2024.
“Jadi PSI memang menjembatani Bang Ekal untuk maju, dan saya harap beliau bisa bekerja lebih keras dan tetap semangat pantang lelah, dan harapan kita dari PSI agar beliau bisa masuk ke legislatif,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Guruh juga menyoroti persoalan pendidikan dan kesehatan di Kota Depok. Ia menilai, untuk bidang pendidikan dan kesehatan memang ada peningkatan, namun cenderung stagnan dan perlu dilakukan perbaikan-perbaikan.
“Ketentuan zonasi sudah bagus, namun masalah ketersediaan sekolah ini yang menjadi persoalan ketika terjadi banyaknya waiting list peserta didik yang mau masuk, sementara kuotanya terbatas. Nah ini lah yang menyebabkan para orang tua sering kuatir anaknya tidak bisa mengikuti pendidikan sesuai jadwal yang semestinya,” jelasnya.
“Kita mengharapkan PSI ke depan betul-betul memperjuangkan agar zonasi ini bisa diseting supaya tidak ada lagi waiting list yang harus menunggu 1-2 tahun, jadi mereka bisa masuk dan lulus sekolah tepat pada waktunya,” pungkasnya.
Reporter : Sudrajat
Editor: red
Leave a comment