Sambut Tahun Politik 2024, BPR LPK Parungpanjang Siapkan Strategi Perbankan untuk Masyarakat

BPR LPK Parungpanjang Kabupaten Bogor menggelar pelatihan penambahan wawasan untuk sebagian pegawainya dalam mempersiapkan strategi perbankan di tahun politik 2024, di Gunung Dago Parungpanjang, hari Jum'at (22/09/2023) (Dok : Hari Setiawan Muhammad Yasin/KM)

BOGOR (KM) – BPR (Bank Perkrediatan Rakyat) LPK (Lembaga Perkeditan Kecamatan) Parungpanjang Kabupaten Bogor menggelar pelatihan penambahan wawasan untuk sebagian pegawainya dalam mempersiapkan strategi perbankan di tahun politik 2024, di Gunung Dago Parungpanjang, Jum’at (22/9).

Menurut keterangan Direktur Utama BPR LPK Parungpanjang M. Roby Binarta, pelatihan ini untuk merencanakan atau mempersiapkan bisnis bank di tahun 2024.

“Hari ini sebagian pegawi BPR LPK Parungpanjang diberikan wawasan baru ya, saya yakin seluruh pegawai mempuyai wawasan namun hari ini wawasannya ditambah karena dunia ini cepat berubah ya, maka dari itu dari hari kehari wawasan itu semakin bertambah, hari ini dibekali dengan ilmu bagaimana caranya merencanakan persiapan bisnis mengenai bank di tahun politik 2024,” ungkap M. Roby Binarta saat diwawancarai wartawan kupasmerdeka.com di Kantornya, Jum’at pagi (29/09/2023)

Kata M. Roby Binarta, agenda ini adalah acara rutin yang dilaksanakan dalam setiap tahunnya dan sudah diwajibkan oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Republik Indonesia.

“Diwajibkan oleh OJK untuk membuat rencana bisnis setiap tahunnya, dan untuk mewajibkan rencana bisnis, Direktur mewajibkan seluruh cabang agar membuat rencana bisnis di masing-masing cabang, hingga harapannya adalah ketika proses konsolidasi bahwa rencana bisnis ini adalah benar-benar dari bawah, bukan dari Top Management, jadi bottom up bukan up bottom gitu,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, hal ini dilakukan untuk membuat konsep BPR LPK Parungpanjang membuat konsep bisnis bank di era Pileg (Pemilihan Legislatif), Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) hingga Pilpres (Pemilihan Presiden) 2024 mendatang.

“Ya sebagaimana kita ketahui di tahun 2024 itu ada peristiwa politik yaitu Pemlilihan Legislatif di 14 Februari 2023, kemudian Pemilihan Kepala daerah serentak dan Pemilihan Presiden di 27 November 2024, kita sedang membuat konsep bisnis BPR LPK Parungpanjang yang banyak di dalam kegiatan politiknya, sehingga kita selaku bank bisa berbisnis secara professional, independen tidak berpengaruh hingga kondisi BPR ini tidak terpengaruh bisa terpuruk gitu di tahun politik 2024,” kata M. Roby Binarta.

“Jadi sebagaimana masyarakat tau bahwa bank ini adalah lembaga intern mediasi tempat menyimpan uang dan juga memberikan pinjaman kepada masyarakat yang membutuhkannya karena di akhir 2023 sampai 2024 jangan sampai ada penyalahgunaan kredit ya, karena untuk bank semua pinjaman itu untuk usaha, jikalau diluar itu konteksnya adalah konteks konsumtif jikalau memang dia pegawai gitu, jadi kita mengantisipasi penyalahguaan dalam hal penggunaan dana kredit yang digunakan oleh masyarakat,” kata M. Roby Binarta.

M. Roby Binarta juga menjelaskan, untuk peminjaman modal usaha di BPR LPK Parungpanjang akan terlebih dahulu ditanyakan oleh para pegawainya untuk apa uang peminjaman ini, karena hanya untuk usaha saja.

“Jadi kalau dari awal akad kredit tujuan awalnya untuk usaha namun di pertengahan perjalanan ada kendala atau masalah itu resiko bisnis!, tapi jikalau ditemukan adanya penyalahgunaan dana itu lain ceritanya penyalahgunaan peminjaman sehingga hal ini akan mempengaruhi tingkat pereknomian,” cetus M. Roby Binarta

Perlu diketahui, BPR LPK Parungpanjang berdiri sejak tahun 1972 dan masih tetap bertahan karena masih dipercaya oleh masyarakat untuk menjadi partner bisnis.

“LPK ini berdiri sejak tahun 1972 dan masih tetap bediri alhamdulillah dan ini artinya masyarakat masih tetap istiqomah untuk menggunakan LPK Partner bisnisnya, maka dari itu bagi masyarakat yang belum melakukan kerjasama segeralah untuk menjadikan BPR LPK Parungpanjang jalan untuk berbisnis dalam peminjaman modal,” beber M. Roby Binarta.

Namun, saat ini pemijaman modal untuk mayarakat usaha, terkendala karena adanya bank emok atau bank keliling, hal ini harus ditopang dan diberikan pemahaman lebih kepada masyarakat.

“Namun saat ini ada bentuk peminjaman seperti bank emok dan lain-lain, dari posisi ini dilematis ya untuk usaha, maka dari itu harus ditopang juga, maka dari itu masyarakat dalam hal ini jangan jadi spekulasi jadi masyarakat in harus benar-benar memahami bahwa bank ini setiap adanya peminjaman akan banyak pertanyaan karena uang ini untuk apa kedepannya?,” tutur M. Roby Binarta.

Di akhir wawancara, M. Roby Binarta mempunyai strategi lain selain membangun konsep para pegawainya di tahun politik 2024. Yaitu akan terus menjalin komunikasi dengan Desa ataupun Apdesi.

“Strategi kita kedepan di tahun 2024 inu bukan hanya pencegahan namun juga kita selalu menjalin komunikasi kerjasama antara pihak desa maupun Apdesi, karena BPR LPK adalah milik Pemerintah Kabupaten Bogor untuk bisa melayani masyarakat dan salah satu contohnya kita akan menggunakan  media sistem informasi ya yaitu media ATM yang Insya Allah akan kita realisiskan di tahun 2024,” ucapnya.

Perlu diketahui, sesuai data yang dihimpun, sampai saat ini BPR LPK Parungpanjang baru bisa melayani di 20 Kecamatan dan diharapkan di tahun 2024 bisa bertambah menjadi 10 Kecamatan dari total 40 Kecamatan di Kabupaten Bogor.

“Harapan kita di 2024 ini bisa melayani di 10 Kecamatan tambahan, yang saat ini di tahun 2023 kita baru bisa menjangkau 20 Kecamatan, sehingga kekurangan 10 Kecamatan ini bisa ditutupi di tahun berikutnya, dan akhirnya bisa terlayani 40 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor,” pungkasnya.

Reporter: HSMY

Editor: red

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*