Belum Seminggu, Tiga Proyek Betonisasi Jalan Sudah Retak, Aktivis: Dinas Lakukan Uji Lab Independen

Pekerjaan Betonisasi Jalan di Tiga Lokasi Kp. Cigebang RT. 002/002 Dan Rt.01/002 Ada Dua Titik, Desa Cibening, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi

Bekasi (KM) – Spesifikasi pembangunan infrastruktur jalan dengan menggunakan Betonisasi di tiga lokasi Kp. Cigebang RT. 002/002 Dan Rt.01/002 ada dua titik, Desa Cibening, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, warga setempat mempertanyakan kualitas hasil pekerjaan kontraktor, yang terkesan asal jadi sehingga sudah mengalami keretakan di beberapa titik badan jalan.

“Menurut warga setempat, pengecoran jalan itu dikerjakan pihak kontraktor baru sepekan, namun hasilnya sudah mulai retak-retak secara melintang.

Hasil pengecoran jalan itu mengalami retak justru hanya dipoles dengan cairan berwarna hitam. Tampa ada perbaikan yang maksimal,”kata warga setempat bernama abu waktu lalu.

“Diketahui, proyek yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi Tahun 2023 di tiga kegiatan tersebut, untuk nilai Pagu masing-masing kegiatan berkisar Rp. 200 jutaan yang dikali tiga kegiatan, kurang lebih menelan anggaran Rp. 600 juta dilaksanakan oleh CV. Samudra, yaitu.

  1. Peningkatan Jalan Lingkungan Gg. Dukuh Kp. Cigebang RT. 002 RT. 002 Desa Cibening Kec. Setu.
  2. Peningkatan Jalan Lingkungan Gg. Kunan Kp. Cigebang RT. 001 RW. 002 Desa Cibening Kec. Setu.
  3. Peningkatan Jalan Lingkungan Gang Samin Kp. Cigebang RT. 001 RW. 002 Desa Cibening Kec. setu.

“Padahal, proyek tersebut belum lama dibangun. Berdasarkan pantauan media terdapat dibeberapa titik kegiatan terjadi retak-retak, sehingga membuat masyarakat sangat kecewa dengan hasil pekerjaan kontraktor.

Menyikapi hal itu, Ketua Komunitas Peduli Bekasi Yanto Purnomo mengecam. Pemerintah Pemkab Bekasi, melalui Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan tidak terburu-buru menyelesaikan pembayaran kepada kontraktor tersebut, sebelum melihat kualitas yang dihasilkan.

Baru sepekan saja sudah retak-retak, bagaimana kedepannya. Hampir bisa dipastikan jalan cor itu akan segera hancur.” Sayang uang negara terkesan dihamburkan untuk pekerjaan yang tak berkualitas,”ungkap Yanto, Minggu (17/9).

Lebih jauh ia menduga, proses pekerjaan maupun material yang digunakan tidak sesuai spesifikasi, sehingga dalam waktu singkat saja jalan itu sudah mengalami keretakan.

Ditambah lagi dengan tidak adanya quality control baik secara teknis di lapangan maupun pengujian mutu dari beton yang dipasangkan, menyebabkan kualitas pengerjaan amburadul,”imbuhnya.

Lanjut Yanto mengatakan, Ini sudah menjadi tugas Pemerintah untuk meninjau kembali kegiatan tersebut, proyek yang dianggap menuai pergunjingan dan masalah dimasyarakat.

Maka dari itu, dirinya menegaskan Dinas Disperkimtan segera lakukan pengujian lab secara independen untuk bisa mengetahui kualitas proyek yang dikerjakan pihak kontraktor,”tegas Yanto.

Ia juga mendesak, Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) diminta turun tangan melakukan pengecekan data analisa gambar atau RAB proyek yang dikerjakan kontraktor CV. Samudra,” pungkasnya.

Reporter: Den

Editor: red

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*