Suhu Proyek Aspal di Kayuringin Jaya Diduga Tidak Maksimal
Bekasi (KM) – Proyek pengaspalan yang diselenggarakan Dinas Bina Marga Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, berlokasi Jln Letnan Arsyad Selatan, RT 02/01 Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, dikerjakan kontraktor PT. Gemintang Raya Nusantara, diduga tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Warga setempat, Tatang mengatakan, proses penghamparan aspal di Jln Letnan Arsyad dilakukan pada saat kondisi badan jalan masih basah. Hal tersebut sangat berpengaruh pada suhu aspal.
“Konsultan pengawas harusnya mengecek suhu aspal dan tidak langsung melakukan penghamparan. Karena badan jalannya masih basah,” kata Tatang Sabtu, (1/7).
Apalagi prime coat tidak berfungsi, sehingga daya rekat aspal berkurang karena suhunya ngedrop (dingin), sudah pasti suhu aspal ketika digelar tidak mencukupi suhu yang disyaratkan yakni 100-150 ⁰C.
Sementara Aziz, sebagai pelaksana teknik bidang Bina Marga (BM) saat dikonfirmasi terkait bahan material aspal untuk suhu sudah tidak panas dan Pelapisan Aspal Resap Perekat (Prime Coat), ada dugaan menggunakan penambahan air sehingga terlihat berwarna coklat, dirinya malah melempar ke pengawas bernama Agung.
“Saya lagi diluar kota bang. Kebetulan saya engga di lapangan, coba ke pengawas saya aja, ada bang Agung,”ucap Aziz.
Dihubungi terpisah, Ketua Komunitas Peduli Bekasi (KPB), Yanto Purnomo menyayangkan sikap pihak rekanan (kontraktor), seharusnya. Secara analisa, aspal yang digelar suhunya harus panas agar hasil pekerjaannya terbilang cukup baik.
“Namun, apabila dipaksakan digelar dalam suhu yang sudah berkurang atau dingin, saya kawatir kegiatan tersebut tidak akan maksimal,” ungkapnya.
“Parahnya lagi, kalau pihak kontraktor menggunakan Pekerjaan Pelapisan Aspal Resap Perekat (Prime Coat) terlalu banyak penambahan air, dirinya menduga tidak akan mengikat.
Reporter: KM Bekasi
Editor: redaksi
Leave a comment