Bacaleg DPRD Bogor AM Gelar Turnamen Sepak Bola, Panitia Menghilang Saat Final

Bacaleg (Bakal Calon Legislatif) DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Bogor Dapil (Daerah Pemilihan) V Agus Mulyawan, Gelar Turnamen Sepak Bola Penipu, di Lapangan Moh. Toha Parungpanjang), Minggu (11/06/2023) (Dok : Hari Setiawan Muhammad Yasin/KM).

BOGOR (KM) – Bacaleg (Bakal Calon Legislatif) DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Bogor Dapil (Daerah Pemilihan) V Agus Mulyawan membohongi pecinta sepak bola Kecamatan Parungpanjang, pasalnya panitia turnamen menghilang saat pertandingan memasuki babak final di Lapangan Moh. Toha (Samping SMPN 1 Parungpanjang), Minggu (11/6).

Pertandingan final ini mempertemukan kedua tim dari tim Nakim 19 Sukasari Desa Kabasiran dengan tim Genras (Generasi Remaja Simpak) Desa Jagabaya. Dan kedua manager tim sepakat untuk tidak melanjutkan pertandingan menunggu kepastian.

Turnamen Sepak Bola ini berlangsung dengan 12 tim Se Kecamatan Parungpanjang, dengan biaya pendaftaran Rp300.000 x 12 tim = Rp3.600.000.

Menurut keterangan Manager tim Nakim 19 Nani Mulyani, ia meminta pertanggungjawabannya dari Agus Mulyawan karena ini baru menggelar turnamen sepak bola sudah menipu bagaimana jikalau mencalonkan legislatif, bagaimana nasib masyarakat?

“Saya hanya minta pertanggungjawaban dari awal kita sudah ada komitmen ada hadiah ada piala, akan tetapi satu pun panitia dan Kang Agusnya dari Partai Demokrat ga ada di Lapangan ini sudah jelas menipu kita,” tegas Nani Mulyani.

Poster Bacaleg (Bakal Calon Legislatif) DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Bogor Dapil (Daerah Pemilihan) V Fraksi Partai Demokrat Agus Mulyawan

Nani Mulyani mendesak Agus Mulyawan untuk menyelesaikan masalah turnamen sepak bola ini dengan segera jika tidak mau berbuntut panjang.

“Kita kalau masalah uang sih gampang cuman minta pertanggung jawabannya, dimana dia posisi sekarang dihubungi juga tidak ada respon,” desak Nani Mulyani.

Hal senada diungkapkan Manager tim Genras (Generasi Remaja Simpak) Desa Jagabaya Aldi. Ia sangat menyayangkan hal ini, karena tim sudah sampai final namun panitia tidak ada.

“Kita sudah capai-capai ini masuk final, eh pas udah di final panitianya ga datang-datang, piala ga ada hadiahnya ga tau kemana, ini jelas menipu kita,” jelas Aldi.

Aldi menambahkan, seharusnya di dalam setiap turnamen sepak bola, panitia harus ada sejak awal sampai akhir pertandingan bukan menghilang.

“Seharusnya panitia lebih kompeten sih, seharusnya sudah datang dari pagi, bahkan sejak tadi pagi panitia juga ga ada yang datang,” pungkasnya. 

Akhirnya, kedua tim sepakat untuk mendatangi rumahnya Agus Mulyawan, namun, dia tidak ada di rumahnya dan dihubungi melalui sambungan telepon Agus tidak merespon dan terkesan menghilang.

Reporter: HSMY

Editor: redaksi

Komentar Facebook

1 Comment

  1. Hahahaha…. Bacaleg dr demokarat ya

Leave a comment

Your email address will not be published.


*