Mantan Jubir Presiden Gus Dur: Akan Ada Gerakan Tunda Bayar Pajak Hingga Sri Mulyani Diberhentikan

Adhie M. Massardi dalam diskusi ‘Dosa Pajak Sri Mulyani’ di Kopi Timur, Jalan Pondok Kelapa Raya, Jakarta Timur, Selasa (14/3/2023)

JAKARTA (KM) – Adhie M. Massardi, mantan juru bicara Presiden RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, mengungkapkan bahwa akan ada gerakan penundaan membayar pajak bagi rakyat sipil hingga Sri Mulyani diberhentikan dari jabatannya.

Hal tersebut ia ungkapkan dalam diskusi ‘Dosa Pajak Sri Mulyani’ di Kopi Timur, Jalan Pondok Kelapa Raya, Jakarta Timur, Selasa (14/3).

Ia meminta sebelum bulan puasa harus sudah dicopot karena jika tidak maka akan ada gerakan besar di masyarakat sipil.

“Saya minta sebelum bulan puasa harus sudah dicopot. Karena kalau ini tidak dicopot sebelum bulan puasa, akan ada gerakan besar di masyarakat sipil, kami akan menyuarakan masyarakat untuk menunda pembayaran pajak. Menunda, ya, sampai Sri Mulyani berhenti,” kecam Adhie.

Adhie memaparkan Sri Mulyani pernah mengungkapkan di suatu diskusi ekonomi perbedaan tentang akademisi dan politisi. Ia menyindir kinerja Sri Mulyani saat ini.

“Waktu itu dia (Sri Mulyani) masih akademisi. Dia bilang, ‘Kalau akademisi itu tidak boleh bohong, tapi bisa salah. Beda dengan politisi.’ Ini dia yang bilang. ‘Kalau politisi boleh berbohong, tapi tidak boleh salah.’ Nah, sekarang ini dia sudah masuk ke dunia politik, bukan akademisi lagi. Jadi, berbohong itu sah,” ungkap Adhie.

Adhie juga menyinggung kemunafikannya dalam skandal Bank Century yang akhirnya terbongkar kasus. Kemudian, ia mengibaratkan bahwa apabila Presiden Joko Widodo tidak memberhentikan Sri Mulyani, maka dirinyalah yang akan dipenggal seperti Raja Louis XVI saat Revolusi Perancis.

“Petualangan Sri Mulyani dan Budiyono lewat skandal Bank Century itu, ketika mau menyerang, sudah mendekati mukanya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, SBY langsung tanggap. ‘Diamputasi’ itu Sri Mulyani agar dia nggak kena setelah dia ‘diamputasi’, dibuang keluar. Kemudian SBY selamat,” paparnya.

“Nah ini, kalau Joko Widodo tidak melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh SBY, saya khawatir Presiden (Joko) Widodo ini bisa kena imbasnya seperti Raja Louis XVI di Perancis,” sambung Adhie.

Reporter: Marss

Editor: Redaksi

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.