Kerja Kreatif, Sepeda Kayu INKU Buatan Tularno Dihargai Hingga Puluhan Juta Rupiah

KLATEN (KM) – Ide dan kreatifitas itu memang “mahal” dan layak untuk diapresiasi.

Seperti Pit Kayu INKU (Ini Karyaku), buatan Tularno, warga Dukuh Sambimulyo, Desa Dompyongan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten ini.

Di tangan Pusak, panggilan akrab Tularno, dari kayu nangka dan jati bisa disulap menjadi pit kayu yang bernilai artistik dan berharga puluhan juta rupiah. Sampai saat ini, Tularno telah menghasilkan tiga karya pit kayu.

Sebagian dari karyanya itu ditampilkan pada acara dialog seni budaya dan pentas Wayang Srawung yang diinisiasi oleh Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan Kadarwati di Kantor Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jumat (17/2).

Tularno diundang oleh Ketua Dewan Kesenian Kecamatan Cawas, Jimbling Supriyadi untuk menampilkan karyanya, Pit Kayu INKU di kegiatan tersebut.

Tularno menjelaskan, Pit Kayu INKU ini seperti sepeda pada umumnya. Bisa dinaiki. Sedang bahan Pit Kayu INKU ini dari kayu pilihan.

“Kalau nggak dari kayu pilihan, nantinya takut rusak di jalan. Jenis kayunya kombinasi antara (kayu) nangka dan (kayu) jati. Lalu ada tambahan onderdil-onderdil lain, seperti gear dan rantai yang memakai besi,” katanya.

Pusak menyampaikan, karya pit kayu-nya ini bervariasi. Salah satunya adalah sepeda tinggi dengan roda yang besar tersebut. Ketinggian sepeda ini dari tanah sampai setang sekitar 150 cm. Meski begitu, pit kayu ini tetap aman saat dinaiki.“(pit kayu) Ini aman kok. Untuk kemana-mana, alhamdulillah aman…,” ujarnya.

Suami dari Sumiyati alias Cicum ini menceritakan, ia mulai membuat pit kayu sejak pertengahan pandemi Covid 19. Jadi, sudah sekitar dua tahun ini. Sampai sekarang, ia sudah menghasilkan tiga karya pit kayu.

“Sementara untuk koleksi. Nanti juga dijual. Sampai sekarang belum pernah dijual. Masih di rumah. Karena harganya belum cocok. Kalau harganya bervariasi, dari Rp5 juta sampai Rp30 juta,” ungkapnya.

Pusak mengungkapkan, ia mulai berinisiatif membuat pit kayu saat pandemi Covid 19. Karena waktu itu banyak temannya yang gowes (bersepeda) dan harga sepedanya lumayan mahal.

“Saya sebenarnya juga mau beli sepeda (yang mahal) itu. Tapi kok eman-eman (sayang pada uangnya). Dan kebetulan, di rumah saya kan ada usaha meubel. Ada banyak kayu. Maka saya berinisiatif untuk membikin sepeda (dari) kayu,” paparnya.

Pit kayu buatan Tularno ini pun diapresiasi Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah Kadarwati. “Saya mengapresiasi pit kayu karya Mas Tularno ini.

Karya seperti ini perlu diperjuangkan hak paten atau hak atas kekayaan intelektualnya. Maka kita bersyukur, Peovinsi Jawa Tengah sudah memiliki Perda Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif yang salah satu pasalnya mengatur tentang pelindungan Hak Cipta dan Kekayaan Intelektual,” tandasnya.

Reporter: Arifin

Editor: Red1

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.