Sabdodadi Jadi Pelopor Desa Mandiri Budaya Pertama di Kabupaten Bantul

Lurah Sabdodadi, Siti Fatimah bersama jajarannya saat memberikan keterangan pada Jumat (23/12/2022)

Bantul (KM) – Kelurahan Sabdodadi, Bantul telah ditetapkan menjadi Desa Mandiri Budaya pada tahun 2020 lalu. Sejak menjadi desa rintisan budaya pada tahun 1995 lalu, Sabdodadi terus berupaya mengembangkan ekosistem berbasis budaya.

Pada tahun 2017 lalu Kelurahan Sabdodadi mendapatkan SK Desa Budaya dari Gubernur DIY , kemudian 2020 mendapat predikat tertinggi yakni Desa Mandiri Budaya.

Dengan menyandang predikat Desa Mandiri Budaya ini, Sabdodadi diharapkan bisa lebih memberdayakan masyarakatnya dan kedepan semakin banyak kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang berkunjung.

 Siti Fatimah selaku Lurah Sabdodadi menjelaskan,  Sabdodadi mempunyai lima wilayah pedukuhan, 38 RT, dan 18 kampung.

Keunggulan wilayah Sabdodadi memiliki keunggulan untuk masing-masing wilayah memiliki tradisi adat budaya serta spirit gotong royong yang kuat. Beragam kesenian daerah masih dilestarikan, seperti reog, karawitan, gejog lesung, campursari, dan drama tari ciri khas Sabdodadi yakni Krumpyung, Srandhul dan Montro. 

“Kami memiliki lima pedukuhan yakni Manding, Neco, Kadibeso, Dukuh, Keyongan yang masing-masing memiliki potensi,” ucapnya, Jumat (23/12).

Salah satunya Pedukuhan Neco memiliki kesenian drama tari Srandhul yang menjadi ciri khas Sabdodadi. Selain itu ada juga kesenian reog, termasuk ada pendopo yang selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan seperti latihan tari hingga kegiatan hajatan lainnya.

Kemudian di Pedukuhan Manding, terkenal dengan kerajinan kulitnya. Pihak kalurahan pun memberikan dukungan dengan menyediakan berbagai fasilitas seperti patung perajin Manding, lampu penerangan khas Yogyakarta dan di tahun depan akan dilengkapi dengan fasilitas umum seperti tempat duduk, toilet dan lain-lain. Di Manding juga terdapat sanggar tari, jathilan dan karawitan.

Di Pedukuhan Kadibeso, ada potensi wisata di bantaran kali Winongo yang dalam waktu tertentu dimeriahkan pentas gejog lesung kreasi baru binaan dosen ISI Yogyakarta.

Kemudian Pedukuhan Dukuh, terdapat beberapa kelompok karawitan dan juga kesenian Krumpyung yang merupakan penggalan dari Srandhul. Selanjutnya pedukuhan Keyongan, tepatnya di kampung Bangeran terdapat Belik Sendang Patirtan Kamulyan yang kedepan akan dijadikan destinasi wisata. Selain itu di Dukuh juga terkenal dengan kerajinan eco print-nya. 

“Untuk menyambut wisatawan, kami juga ada paket wisata. Misalnya pengunjung dari kerajinan kulit Manding akan kami arahkan ke pendopo untuk untuk menikmati makanan tradisional dan akan disuguhkan kesenian tradisional juga,” tuturnya.

Ia berharap dengan predikat Desa Mandiri  Budaya  ini kedepannya dapat membangkitkan semangat warganya dalam ikut melestarikan seni tradisi dan budaya yang ada di Kelurahan Sabdodadi.Kalurahan juga akan konsisten berupaya untuk memaksimalkan penyerapan dana keistimewaan tersebut untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat seiring dengan perkembangan seni dan budaya di Sabdodadi.

Sementara itu Eli Irawati selaku Monitoring Kelurahan Mandiri Budaya di bawah Kundha Kabudayan DIY menyatakan bahwa Kelurahan Sabdodadi menjadi Desa Mandiri Budaya setelah sebelumnya meraih parameter lainya yakni desa budaya, desa wisata, desa prima serta desa preneur.

“Setiap bulan kami memonitoring sampai sejauh mana pembangunan yang didanai BKK keistimewaan dari DIY. Dan dalam setahun ini dana keistimewaan yang diberikan oleh Kundha Kebudayan dan Paniradya Pati Keistimewan sebesar Rp 800 jutaan terserap dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, Kelurahan Sabdodadi telah meraih pencapaian tertinggi dengan ditetapkan menjadi Desa Mandiri Budaya. Konsekuensi dari predikat ini, Kundha Kabudayan dan paniradya pati keistimewan memberikan dana keistimewaan sebesar Rp 1 miliar per tahun untuk perkembangan wilayah Sabdodadi.

“Dan Sabdodadi ini sudah tahun kedua mendapat dana keistimewaan, tahun kemarin bisa terserap Rp 1 miliar dan tahun ini Rp 800 jutaan,”paparnya.

Dana keistimewaan ini sebagai stimulus yang akan diberikan selama empat tahun. Setelah itu, akan dilepas dan diberikan ke desa-desa yang lain.  Dirinya berharap di sisa dua tahun kedepan, Kelurahan Sabdodadi bisa memanfaatkan dana keistimewaan lebih baik untuk kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat berbasis wisata budaya bisa terwujud.

“Sabdodadi ini yang pertama mendapat predikat desa atau kalurahan mandiri budaya di Bantul, diikuti Bangunjiwo, Panggungharjo dan Gilangharjo. Semoga ke depan bisa menjadi contoh kelurahan-kelurahan lainnya untuk menjadi desa mandiri budaya,” pungkasnya.

Rep:  Arifin

Editor: Red1

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.