Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor Akan Sosialisasi Aplikasi REM KIR

BOGOR (KM) – Kasi (Kepala Seksi) Uji Kendraan Bermotor Dinas Perhubungan Deni Setiawan menegaskan, dalam waktu dekat dirinya beserta jajaran akan melakukan sosialisasi pendaftaran uji berkala atau uji kendaraan bermotor melalui aplikasi REM KIR Kab. Bogor ke 40 kecamatan di Kabupaten Bogor.

“Dalam waktu dekat ya kita akan sosialisasi pendaftaran uji berkala melalui aplikasi REM KIR Kab. Bogor yang bisa didownload di Play Store,” jelas Deni Setiawan kepada wartawan kupasmerdeka.com saat ditemui di kantornya, Senin (31/10/2022).

Aplikasi REM KIR Kab. Bogor ini melayani uji berkala, informasi kendaraan, QR code scan dan informasi kontak.

Deni menuturkan, setelah launching aplikasi REM KIR Kab. Bogor pada 18 Juli 2022 lalu, dirinya berserta jajaran sudah melakukan sosialisasi terlebih dahulu di seluruh media sosial.

“Setelah launching aplikasi REM KIR, jajaran Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor sudah melakukan sosialisasi melalui media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, Twitter, Youtube, Line, Linkedin, Tik-Tok dan lain-lain, dengan tujuan memudahlan masyarakat mendaftar uji berkala sendiri, bukan oleh orang lain,” tutur Deni Setiawan.

Semantara itu, Deni Setiawan mengakui dengan diluncurkan Aplikasi REM KIR Kab. Bogor, ia sedang mengikis oknum pungli.

“Saya akui, oknum pungli disini banyak sekali, saya membuat aplikasi REM KIR Kab. Bogor ini untuk mengikis perlahan demi perlahan oknum pungli, karena kita tidak menghilangkan tapi mengurangi,” akui Deni Setiawan.

Diharapkan dengan diluncurkannya Aplikasi REM KIR Kab. Bogor ini selain memudahkan masyarakat akan tetapi mengurangi oknum pungli yang diduga biasa dilakukan oleh masyarakat sekitar dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor.

“Saya berharap dengan diluncurkannya aplikasi REM KIR ini secara makro pelayanan dikejar, biar tidak konsentrasi disini (Dinas Perhubungan) jadi di daerah Barat ada di Timur ada, minimal dari proses registrasinya, karena awal semua dijui dari proses registrasi dan bisa memudahkan masyarat dengan mendaftar dengan sendirinya, sehingga mengurangi ya bukan menghilangkan oknum pungli yang diduga dilakukan oleh masyarakat sekitar dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor,” harap Deni Setiawan.

Ia menekankan tiga hal kepada para oknum pungli untuk mengikuti aturan yang ada.

“Saya tekankan kepada Oknum Pungli, satu tidak ada paksaan, kalaupun mau membantu atas dasar suka sama suka, yang kedua ikuti SOP (Standard Operational Procedure) nya, yang ketiga jangan pernah meminta fasilitas yang tidak sesuai aturan, selebih dari itu bertahap,” pungkasnya.

Reporter: HSMY
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: