Dalang Ki Suwondo: Wayang Itu Hiburan Namun Ajarkan Ilmu Kehidupan Makro dan Mikro

Ki Suwondo dan Ki Yuwono, Seniman dan Budayawan Pepadi DIY

YOGYAKARTA (KM) – Hari wayang nasional ke- 8 tahun ini digelar hampir di seluruh provinsi di Indonesia. Sesuai dengan ditetapkannya tanggal 7 November sebagai hari wayang nasional oleh Presiden Jokowi waktu itu.

Ki Edi Suwondo, Seniman dan Budayawan yang juga Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) DIY ini mengungkapkan adanya Keputusan Presiden ( Kepres ) ini diharapkan mampu meningkatkan dan mempunyai rasa memiliki untuk kesenian wayang ini.

“Dengan adanya Kepres ini mengingatkan kita untuk mulat saliro, hangroso wani serta harus merasa memiliki wayang yang telah diakui Unesco sebagai Maha Karya Sejarah yang sangat monumental bahwa PBB telah mengakui nilai keadiluhungan seni wayang tersebut,” ungkap Ki Suwondo, Senin ( 14/11).

Ki Edi Suwondo berharap untuk generasi yang sekarang maupun yang akan datang hendaknya bisa lebih mencintai mahakarya leluhur, khususnya wayang ,apa lagi keberadaan wayang sudah diakui oleh UNESCO sebagai Maha karya.

“Ini sebenarnya jawaban klise mas. Saya berharap generasi sekarang dan yang akan datang lebih mencintai maha karya leluhur kita,” harapnya.

Ia menambahkan kesenian wayang ini disamping hiburan, juga memiliki ilmu kehidupan, baik makro maupun mikro yang dikemas dalam sastra yang berbobot dan dibungkus dengan iringan yang menyentuh rasa.

“Sebenarnya dalam  wayang itu, disamping hiburan namun juga ada ilmu kehidupan, baik makro dan mikro, dengan kemasan sastra yang  berbobot dan dibungkus dengan iringan yang  nyentuh roso (rasa) istimewa,” imbuhnya.

Mengingat sekarang Indonesia, khususnya Jawa sendiri sedang mengalami krisis kebudayaan, dimana toto kromo ataupun unggah – unggah seolah hilang,dalam artian wong jowo tur ilang jawane (orang jawa tapi hilang adat jawanya). Seiring dengan kemajuan tekhnologi saat ini, dimana generasi milenial terlalu sibuk dengan dunianya sehingga mereka lupa dengan tradisi dan budaya leluhur.

“Sebenarnya etika itu sangat penting sebagai  identitas moral. Dan itu perlu keteladanan yang tulus, bukan basa- basi. Sayangnya kalo sudah  menyangkut politik semuanya hanya lipstik saja,” pungkas ki Suwondo

Tentunya ini menjadi keprihatinan kita bersama dan perlu adanya perhatian khusus dari pemerintah baik pusat maupun daerah untuk membina generasi saat ini dan mendatang agar mereka lebih cinta dengan tradisi dan budaya nenek moyang.

Ketua 3 Pepadi DIY Ki Yuwono, seniman dan budayawan  mengatakan dunia wayang dari tahun ke tahun sekarang berkembang pesat sekali. Tidak monoton wayang purwa saja namun juga jenis – jenis wayang yang lain seperti wayang golek, wayang kancil, wayang wacinwa dan lain sebagainya.

“Wayang tidak akan punah. Ini pas dan salut sekali dengan ditetapkan 7 November sebagai hari wayang. Saya berharap untuk generasi milenial juga salut karena dengan media wayang generasi kita berpacu dengan kreatifitas masing- masing,” katanya.  

Rep: Arifin

Editor: Red1

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: