PDAM Tirta Kahuripan Bogor Selenggarakan Forum Konsultasi Publik untuk Pembentukan Struktur Tarif Pelanggan

PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor Gelar Forum Konsultasi Publik (FKP), membahas rencana rekategori pelanggan dan struktur tarif pelanggan yang akan berlaku per Januari 2023 untuk tagihan rekening air bulan Februari 2023, Rabu siang 19/10/2022 (Dok. Hari Setiawan Muhammad Yasin/KM)
PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor Gelar Forum Konsultasi Publik (FKP), membahas rencana rekategori pelanggan dan struktur tarif pelanggan yang akan berlaku per Januari 2023 untuk tagihan rekening air bulan Februari 2023, Rabu siang 19/10/2022 (Dok. Hari Setiawan Muhammad Yasin/KM)

BOGOR (KM) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kahuripan menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) atas rencana rekategori pelanggan dan struktur tarif pelanggan PDAM Tirta Kahuripan yang akan berlaku per Januari 2023 untuk tagihan rekening air bulan Februari 2023, di Aula PDAM Tirta Kahuripan, Jalan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Rabu siang (19/10/2022).

FKP tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari konsultasi publik berdasarkan amanat dari Permendagri No. 71 Tahun 2016 yang diubah menjadi Permendagri No.21 Tahun 2020 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum, serta Peraturan Gubernur Jawa Barat No. 610/Kep.890-Rek/2021 tentang Tarif Batas Atas dan Tarif Batas Bawah Air Minum BUMD di Provinsi Jawa Barat.

Sebelumnya pada bulan April sampai dengan bulan Juni 2022, PDAM Tirta Kahuripan telah melaksanakan sensus pelanggan dan menemukan semakin variatifnya parameter penunjang dan kondisi fisik bangunan yang sudah berubah. 

Sehingga hal tersebut menjadi dasar program rekategori golongan pelanggan untuk dapat lebih memberikan rasa keadilan bagi pelanggan. 

Direktur Umum PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, Abdul Somad, mengatakan bahwa kenaikan tarif tersebut untuk kelompok pelanggan sosial dan masyarakat penghasilan rendah.

Advertisement

“Perumda Air Minum Tirta Kahuripan menerapkan tarif untuk kelompok pelanggan sosial dan masyarakat berpenghasilan rendah di bawah harga dasar, dengan kata lain kelompok tersebut mendapat subsidi, sedangkan kelompok rumah tangga lainnya untuk pemakaian kebutuhan dasar yang ditetapkan itu masih di bawah tarif dasar,” jelas Abdul Somad kepada awak media, Rabu (19/10).

Dengan skema pembagian kelompok pelanggan yang baru ini, diharapkan tidak ada lagi pelanggan kurang mampu mensubsidi pelanggan yang jelas mampu, sehingga menciptakan tarif yang adil dan terjangkau sesuai dengan kemampuan pelanggan.

Ia mengharapkan dengan penyesuaian golongan pelanggan ini bisa meningkatkan kinerja PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor untuk masyarakat.

“Diharapkan dengan penyesuaian golongan pelanggan tersebut dapat meningkatkan kinerja Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, sehingga dapat melakukan pengembangan dan optimalisasi pelayanan pelanggan serta meningkatkan cakupan pelayanan yang saat ini baru mencapai 28,01%,” harapnya.

“Masih jauh dari yang ditetapkan pemerintah pusat yang menargetkan 68% untuk wilayah perkotaan dan 60% untuk wilayah pedesaan,” pungkas Abdul Somad.

Reporter : HSMY

Editor : Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: