Pasar Leuwisadeng Terbengkalai Sejak 2017, Legislator: “Anggaran Rp5 M Jangan Jadi Rumah Hantu, Ayo Jadikan Pusat UMKM!”

Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Bogor, Satra Winara, saat ditemui KM di kantornya di Jalan Tegar Beriman, Jumat siang 21/10/2022 (dok. Hari Setiawan Muhammad Yasin/KM)
Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Bogor, Satra Winara, saat ditemui KM di kantornya di Jalan Tegar Beriman, Jumat siang 21/10/2022 (dok. Hari Setiawan Muhammad Yasin/KM)

BOGOR KM (KM) – Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Partai Gerinda, Sastra Winara, angkat bicara mengenai terbengkalainya bangunan Pasar Leuwisadeng yang berada di ruas Jalan Paku-Sadeng, Kampung Kosol, RT 07/04, Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.

Menurutnya, pihaknya sudah berkali-kali mengajak masyarakat untuk kembali berdagang di Pasar tersebut, namun masyarakat mayoritas enggan untuk berjualan di tempat itu.

“Kami ini diserahterimakan dari Disperindag, untuk kami kelola, kami sudah berupaya untuk usaha di Pasar Cigudeg, Leuwiliang dan Leuwisadeng untuk usaha di tempat ini, namun masyarakat tidak mau untuk berdagang di sini dan harus membuat ide dan inovasi,” jelas Sastra Winara saat diwawancarai di Jalan Tegar Beriman Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Jumat 21/10.

Dirinya mengaku sudah memberikan solusi atas terbengkalainya Pasar Leuwisadeng sejak tahun 2017 – sekarang, yaitu dengan dibuatkannya pusat UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah).

“Ayo kalau bisa pusat UMKM Bogor Barat di situ di Pasar Leuwisadeng, supaya bermanfaat untuk masyarakat, jangan sampai anggaran yang besar mencapai kurang lebih 5 miliar dari APBN Kementerian Perdagangan untuk menyelesaikannya, malah menjadi rumah hantu, tempat mabuk dan mesum,” ungkap Sastra Winara.

Lebih lanjut, Sastra mengatakan bahwa yang bisa dikatakan salah adalah saat perencanaan awal akan dibangunnya Pasar Leuwisadeng yang seharusnya pihak konsutannya mengecek terlebih dahulu.

“Yang salah ini seharusnya saat perencanaannya dahulu, seharusnya tanya dahulu kan di Leuwiliang dan Cigudeg ada pasar, kira-kira bisa maksimal atau tidak? Konsultannya juga harus cek terlebih dahulu dengan masyarakat setempat dan di situ tempatnya tebing dan bawahnya jalur cepat juga,” tambahnya.

Ke depan, kata dia, DPRD Kabupaten Bogor akan menggelar rapat bersama PD Pasar Tohaga bersama Dinas UMKM dan Diseperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) dan Dinas UMKM Kabupaten Bogor membahas Pasar di Leuwisadeng

“Dalam waktu dekat saya akan minta rapat dengan PD Pasar Tohaga, Dinas UMKM, dan Disperindag karena PD Pasar Tohaga hanya menerima aset dari Disperindag, dan Dinas UMKM,” cetus Sastra.

Hal berbeda diungkapkan oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Bogor, Asep Mulyana Sudrajat, saat ditemui usai salat Jumat 21 Oktober 2022 di Masjid Faizin, Jalan Tegar Beriman. Menurutnya, dirinya lebih setuju Pasar Leuwisadeng dijadikan pasar onderdil kendaraan truk tambang.

Kepala Dinas koperasi dan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Kabupaten Bogor, Asep Mulayana Sudrajat saat ditemui usai salat Jumat di Masjid Baitul Faizin Jalan Tegar Beriman, Jumat siang 21/10/2022 (Dok. Hari Setiawan MuhammAd Yasin/KM)

“Kalau saya lebih setuju pasar ini dijadikan seperti di Babakan Madang kita tata, kita rawat untuk di satu linier yang nanti dikaitkan hubungannya dengan komunitas,” ujarnya.

“Dan menurut saya lebih cocok menjadi pasar onderdil, perbengkelan, onderdil-onderdil truk, kendaraan besar, karena di Bogor Barat banyak kendaraan tambang dan akan kita kaji terlebih dahulu,” terangnya.

Ia mengaku sudah melakukan diskusi biasa dengan PD Pasar Tohaga Kabupaten Bogor, bahwa pasar ini dibuat secara fungsi secara tematik.

“Saya juga sudah ngobrol dengan PD Pasar Tohaga kaitannya dengan fungsi dari pasar yang ada di Leuwisadeng dan yang ada di Babakan Madang, kata saya coba saja buat fungsi secara tematik kita manfaatkan betul untuk kegiatan-kegiatan UMKM maupun koperasi, dan ini kita baru ngobrol-ngobrol aja belum dimaksimalkan,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Umum PD Pasar Tohaga Kabupaten Bogor, Abdul Rojak, belum bisa ditemui lantaran sedang melakukan ibadah umroh.

“Saya lagi umroh, awal November saya baru masuk,” pungkas Abdul Rojak saat dihubungi wartawan kupasmerdeka.com melalui sambungan WhatsApp, Selasa siang 18/10.

Reporter : HSMY

Editor : Sudrajat

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: