KPAI Dorong Disdik dan Polisi Usut Tuntas Tewasnya 4 Siswa SMP IT Al-Hikmah Depok dalam Kegiatan LDKS

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti (dok. KM)
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti, memberikan tanggapan tegas terkait insiden tewasnya 4 siswa SMP IT Al-Hikmah Depok yang hanyut dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di Curug Kembar, Cisarua, Kabupaten Bogor, pada 13 Oktober 2022 lalu.

Dalam siaran pers nya, Retno menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh keluarga korban atas musibah ini.

“Semoga ayah dan ibu korban diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah ini” ujar Retno

Retno menyayangkan tindakan sekolah yang tidak bijak karena menyelenggarakan kegiatan di alam bebas saat musim hujan. Terlebih kejadian serupa juga sudah pernah terjadi di wilayah lain seperti di Sleman dan Ciamis di mana korbannya juga menimpa siswa jenjang SMP.

“Saya menyayangkan pihak sekolah yang tidak bijak dalam menyelenggarakan kegiatan di alam bebas saat musim hujan, dilakukan di Curug pula dan ada susur sungai. Padahal, saat hujan lebat, segala kemungkinan bisa terjadi, mulai dari tanah longsor, banjir, sampai kemungkinan banjir bandang di lokasi tersebut” ungkapnya 16/10.

Terkait insiden tersebut, Retno mendorong Dinas Pendidikan Kota Depok dan pihak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan atas kasus tewasnya 4 siswa dalam kegiatan LDKS.

Ia pun mempertanyakan apakah ada kelalaian yang menyebabkan tewasnya 4 peserta didik tersebut, apakah ada laporan atau izin Dinas Pendidikan Kota Depok terkait penyelenggaraan kegiatan LDKS di Cisarua itu, apakah ada izin orang tua dan apakah orang tua mengetahui bahwa akan ada kegiatan tracking yang melewati sungai pada rundown kegiatan LDKS tersebut.

“Apakah juga ada SOP dalam kegiatan ini sehingga pembina kegiatan dan para guru sudah mempertimbangkan kondisi cuaca, karena jika hujan seharusnya tidak diperkenankan ada kegiatan tracking dan susur sungai, apalagi di wilayah Curug, yang merupakan hulu dari sungai. Karena saat hujan, debit air bisa tiba-tiba meningkat dan arus membesar, bahkan ada potensi longsor,” tegasnya.

“Saya mengimbau Dinas Pendidikan untuk membuat surat edaran yang melarang pihak sekolah menyelenggarakan kegiatan di alam terbuka, apalagi di wilayah sungai saat musim hujan seperti sekarang,” ungkapnya.

“Kalau pun sedang tidak musim hujan, sekolah wajib memiliki SOP kegiatan di alam terbuka yang aman dan melindungi anak-anak. Selain itu para orangtua wajib memastikan rundown kegiatan untuk memastikan anak-anaknya aman selama berkegiatan,” pungkas Retno.

Reporter : Elok NPS

Editor : Sudrajat

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: