Diduga Bocor, Razia PKL Di Pasar Ciherang Cikande Sepi Pedagang

SERANG (KM) – Kabar adanya penertiban PKL yang dilakukan oleh Satpol PP telah terdengar oleh para pedagang Pasar Cimol, sehingga para pedagang setempat memilih untuk menunda menjual dagangannya dan membereskan lapaknya.

Alhasil, saat Satpol PP beraksi, tak ada satu pun pedagang yang biasanya berjualan di bekas bongkaran Pasar Cimol dan di sepanjang pagar besi danau Ciherang pada hari Kamis 27/10.

“Bocor, soalnya ada yang lapor kalau petugas datang,” ujar salah satu pedagang di pasar tersebut yang enggan disebutkan namanya.

Masih kata pedagang tersebut, harus ada pengawasan dari pemerintah dalam hal ini Satpol PP Kabupaten Serang.

“Kemarin penuh pak, susah untuk lewat juga sampai danau, menurut saya sih ditertibkan saja, jadi semua lancar gitu, terus got juga tidak banjir, jalan tidak rusak, harus ada pengawasan dari pemerintah biar pedagang tidak datang lagi, umpamanya dia datang lagi ya tertibkan,” ucapnya kembali.

“Sekarang kosong dibongkar, terus nanti datang lagi, yang lewat kan jadi kesel, saya juga pedagang sini tapi di dalam,” tukas pedagang tersebut.

Ia menambahkan, sebelumnya kondisi di sepanjang danau Ciherang bersih, dan kini menjadi kotor lagi sejak pedagang kembali berjualan.

“Emang yang parah di situ pak sekitar danau Ciherang, kalau dari sekolah ke sini lancar, saya sih inginnya ditertibkan jangan balik lagi, soalnya di dalam juga kosong pak,” ungkapnya lagi.

Adapun pemasangan spanduk imbauan dianggap tidak mempengaruhi pedagang untuk tidak berjualan. Pasalnya, diduga ada oknum yang membocorkan informasi ke para pedagang.

“Pasang spanduk juga percuma pak, nanti dia dagang, giliran petugas Pol PP mau datang pasti ada yang lapor juga, kaya tadi nanti petugas datang jam 9.00 dan bersih-bersih jam 8.00 wib, dari pihak sini lah yang bilang,” jelasnya kepada awak media ini di lokasi penertiban.

Sementara itu Kabid PPUD Pol PP, Asep Saefuturahman, mengimbau kepada pedagang untuk tidak kembali berjualan di atas jalan yang menggangu pengendara.

“Saya berharap untuk para pedagang tidak berjualan di bahu jalan, karena mengganggu ketertiban umum, jalan menjadi sempit dan pengguna jalan jadi terganggu,” ujarnya.

“Ke depan akan terus di monitor laporkan ke kecamatan atau Satpol PP Kabupaten Serang apabila pedagang masih berjualan yang menggangu ketertiban umum,” pungkas Asep saat diwawancara awak media.

Reporter: Iing Ricky
Editor: Sudrajat

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: