Pembangunan Alun-alun Parungpanjang Akan Berlanjut, Tokoh Pemuda Minta Terlebih Dulu Dibangun Sarana Lapangan Sepak Bola

Kasubid Pemanfaatan dan Pengamanan Aset Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Eko Suharnanto Bersama Camat Parungpanjang, Icang Aliudin dan Kades Parungpanjang, Robin, Saat Meninjau Wacana Lokasi Dibangunnya Lapangan Sepak Bola di Bonanza Perumnas 2 Kecamatan Parungpanjang, Rabu Siang (21/09/2022) (Dok. Hari Setiawan Muhammad Yasin/KM)
Kasubid Pemanfaatan dan Pengamanan Aset Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Eko Suharnanto Bersama Camat Parungpanjang, Icang Aliudin dan Kades Parungpanjang, Robin, Saat Meninjau Wacana Lokasi Dibangunnya Lapangan Sepak Bola di Bonanza Perumnas 2 Kecamatan Parungpanjang, Rabu Siang (21/09/2022) (Dok. Hari Setiawan Muhammad Yasin/KM)

BOGOR (KM) – Kades Parungpanjang, Kecamatan Parungpanjang, H. Muhammad Syahlan atau yang sering dipanggil Robin menegaskan rencana pembangunan alun-alun di Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor akan segera terealisasi di lapangan Desa Parungpanjang samping SMPN 1 dengan luas kawasan 9.000 meter persegi.

Namun, menurut Robin, sebelumnya akan terlebih dahulu dibangun lapangan sepak bola di Bonanza Perumnas 2 Sentraland Parungpanjang.

Robin menuturkan, kebijakannya ini sesuai dengan aspirasi masyarakat Parungpanjang agar lapangan sepak bola tetap ada dan dibangun terlebih dahulu.

“Alun-alun Parungpanjang tetap akan dilaksanakan dan dibangun di lapangan samping SMPN 1 Parungpanjang, namun saya mendengarkan aspirasi masyarakat bahwa lapangan sepak bola harus dibangun terlebih dahulu yaitu di Bonanza di Perumnas 2 Sentraland Parungpanjang, dan alun-alun sudah pasti dibangun dan tinggal menunggu,” terang Robin kepada wartawan saat survei bersama-sama dengan BPKAD Ke Lapangan Bonanza, Rabu siang (21/9).

Di tempat yang sama saat meninjau ke Lapangan Bonanza Perumnas 2 Sentraland Kecamatan Parungpanjang, Kasubid (Kepala Sub Bidang) Pemanfataan dan Pengamanan Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, Eko Suharnanto, menjelaskan bahwa Alun-Alun Parungpanjang tetap akan dibangun.

“Setelah saya survei, kan lapangan sepak bola Desa Parungpanjang itu dipakai untuk dibangun alun-alun, dan kita cari penenggantinya karena masyarakat kehilangan sarana olahraga, makanya Lapangan Bonanza Perumnas 2 akan kita pakai,” jelas Eko Suharnanto.

Eko menegaskan agar masyarakat dapat bersabar dan bersama memberikan dukungan.

“Pembanguan ini dibangun pleh Provinsi, masyarakat diharapkan bersabar dan mohon dukungannya, untuk lapangan yang dipakai alun-alun kita siapkan penggantinya,Insya Allah kalau memang pimpinan menyetujui, kita akan ganti di Lapangan Bonansa Perumnas 2 Parungpanjang,” tegas Eko Suharnanto.

Hal tersebut langsung direspon cepat salah satu tokoh Pemuda di Kecamatan Parungpanjang yaitu Sulaeman, dirinya sangat berterima kasih atas kedatangan BPKAD Kabupaten Bogor yang langsung survei ke lokasi.

“Ya saya sangat berterima kasih atas kehadiran BPKAD Kabupaten Bogor yang sudah hadir memantau, meninjau dan mensurvei ke Parungpanjang, namun pada intinya kami atas nama Pemuda, masyarakat klub sepakbola, tokoh masyarakat dan lembaga pendidikan di sekitar Parungpanjang akan menolak keras, dan jika Pemerintah memaksakan ingin membangun Alun-Alun di Lapangan tersebut, Insya Allah mungkin kami para pemuda tidak akan tinggal diam dan akan menghalangi pembangunannya,” jawab lantang Sulaeman saat ditemui wartawan kupasmerdeka.com di Saung Jibreng Kabasiran, Senin pagi (26/9).

Dirinya berharap, alun-alun Parungpanjang itu dibangun di Lapangan Bonanza Perumnas 2 Sentraland, akan tetapi, kalau memaksa dibangun di lapangan samping SMPN 1 Parungpanjang, berarti sesuai dengan janji bersama Kepala Desa.

“Yang kami harapkan alun-alun di Parungpanjang itu adalah Alun-alun yang bisa dipakai bermain sepak bola dan kami mendesak alun-alun boleh ada, tapi jangan di Lapangan Bola Parungpanjang, karena itu adalah kebutuhan kami dan kami harapkan untuk dikaji ulang lapangan yang satu-satunya akan dijadikan alun-alun oleh Pemerintah,” imbuh Sulaeman.

“Dan kalau misalkan di Lapangan Bonanza Perumnas 2 Parungpanjang dibangun lapangan sepak bola dan ada penggantinya, ya kemungkinan sesuai janji kami dengan Kepala Desa, karena alun-alun akan dibangun tapi Lapangan bolanya sudah ada terlebih dahulu dibangun juga,” lanjut Sulaeman.

Ia menambahkan, jikalau pemerintah memaksa alun-alun Parungpanjang dibangun di Lapangan samping SMPN 1, dengan lantang Sulaeman mengatakan menolak keras.

“Kalau Pemerintah Desa, Kabupaten dan Provinsi Jawa Barat memaksa akan membangun alun-alun disitu di Lapangan samping SMPN 1, kami bersama dengan klub sepak bola di Parungpanjang dan luar Parungpanjang menolak keras pembangunan tersebut, kami tidak tinggal diam dan tunggu tahun 2024,” pungkasnya.

Reporter : HSMY

Editor : Sudrajat

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: