Betonisasi di Perumahan Pondok Ungu Diduga Tidak Sesuai RAB

BEKASI (KM) –  Pekerjaan infrastruktur jalan yang berlokasi di jalan utama Perumahan Pondok Ungu Permai (PUP), Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Medan Satria, diduga tidak sesuai gambar pada Rencana Anggaran Biaya (RAB), khususnya item pembesian.

Dalam pengamatan KM di lokasi, kontraktor diduga mengurangi spesifikasi tie bar, pengikat dowel dan pembesian anting atau sekang.

Adapun proyek ini diselenggarakan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, melalui proses Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) yang dimenangkan kontraktor PT. Alya Sinar Pratama.

Konsultan pengawas, Yadi, saat dimintai keterangan terkait gelaran pembesian anting pengikat dowel yang tidak sesuai, langsung melakukan peneguran kepada pihak pelaksana lapangan.

Terpisah, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Bina Marga, Subrin, enggan merespon pertanyaan wartawan tentang besi anting-anting pengikat dowel yang tidak dipasang tegak di kegiatan peningkatan jalan yang berlokasi di perumahan Pondok Ungu Permai (PUP) jalur utama.

Menanggapi hal itu, Ketua Komunitas Peduli Bekasi (KPB) Yanto Purnomo menyayangkan pelaksanaan proyek yang diduga tidak sesuai spek.

“Harusnya sebelum pelaksanaannya dimulai, konsultan pengawas terlebih dulu sudah melakukan monitoring pekerjaan tersebut. Dikhawatirkan nantinya pekerjaan tersebut tidak maksimal,” kata Yanto kepada kupasmerdeka.com

Advertisement
, Rabu 21/9.

Terkait pembesian, kata Yanto, seharusnya dari penempatan besi dari dowel, tie bar dan sekang atau anting-anting pengikat ada teknisnya.

“Karena, ada beberapa segmen rakitan anting-anting (sekang) tie bar pengikat dowel terlihat ambruk, kalau cara pekerjaannya seperti itu yang dikerjakan kontraktor, saya menduga akan terjadi pergerakan rigid beton,” jelas Yanto.

Lanjut Yanto menjelaskan, fungsi sekang pengikat dowel itu adalah material penghubung antara dua komponen struktur yang digunakan sebagai penyambung pada pengerasan tipe rigid.

“Yang dimaksud tipe rigid pengerasan kaku yang merupakan suatu konstruksi pengerasan di mana sebagai lapisan atas dipergunakan plat beton,”ungkapnya.

Ia mendesak, PPTK harus berani menegur dengan tegas pihak ketiga apabila ditemukan kejanggalan di lapangan misalnya ada bahan material tidak sesuai ketentuan.

“Maka itu, saya berharap inspektorat segera turun ke lapangan karena selama ini persoalan infrastruktur di Kota Bekasi kerap menjadi sorotan publik karena  menyangkut uang negara,” pungkasnya.

Reporter: mon

Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: