18 Rutilahu Dibongkar tidak Langsung Dibangun, Pemilik Terpaksa Menumpang di Rumah Tetangga Hingga Pos Ronda

SERANG (KM) – Sebanyak 18 rumah milik warga Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, telantar. Rumah-rumah tersebut memperoleh bantuan program rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu) dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Kabupaten Serang.

Adapun rumah sejumlah penerima program ini dibongkar sebelum material bangunan datang. Hingga berita ini ditayangkan, belum nampak material bangunan tersebut di sekitar rumah penerima program.

Salah satu rumah yang dibongkar adalah milik Mar’nah (60). Ia terlunta-lunta dan harus tinggal di rumah saudara, tetangga atau pos ronda yang ia dijadikan tempat tinggal sementara.

“Tiga minggu yang lalu rumah saya dibongkar untuk mendapatkan bantuan, sekarang tidak ada kejelasan kalau malam saya tidur seadanya kadang numpang di saudara bahkan di pos ronda. Saya minta dibangun secepatnya pak,” ucap warga Kampung Mandung RT.04 RW.02 Desa Junti itu.

Sementara itu, Baim, Ketua RT setempat membenarkan warganya terlunta-lunta pasca dibongkar tiga minggu yang lalu karena bantuan program belum dilakukan.

“Di sini warga yang menerima program rutilahu ada dua rumah, sisanya 16 rumah ada di kampung kampung lain di Desa Junti, 18 rumah dibongkar semua namun saya sangat menyayangkan tindakan itu tidak dipertimbangkan dengan matang, karena warga kami 3 minggu terlantar karena tidak ada tempat tinggal,” ujarnya, Rabu 21/9.

Advertisement

Ia mengatakan sampai hari ini belum dibangun bahkan material pun tidak ada di lokasi pembongkaran.

“Katanya rumah dibongkar sudah diperintahkan petugas [Dinas] Perkim untuk dirobohkan dan dibongkar, namun sampai hari ini belum juga dibangun bahkan material pun belum ada, menurut saya ini kurang perhitungan,” tutupnya.

Perangkat Desa Junti, Aceng membenarkan bahwa warga yang mendapatkan bantuan rutilahu atas instruksi petugas fasilisator Triana, rumah harus dibongkar.

“Warga yang mendapatkan [bantuan] rutilahu atas intruksi petugas fasilitator Triana, rumah harus dibongkar, adapun keterlambatan material disebabkan adanya kenaikan harga sehingga pihak fasilisator harus mencari pihak yang siap untuk mengirim material. Dan sekarang sudah ada pihak yang siap untuk menyediakan material,” kata Aceng.

Sementara itu, Deni Firdaus, Camat Jawilan mengaku kaget. Bahkan dirinya belum mengetahui ada warganya telantar sampai tiga minggu pasca rumahnya dibongkar.

“Saya sendiri belum tahu kalau ada warga yang mendapatkan rutilahu sudah tiga minggu terlantar, namun tadi saya menanyakan dari pak Aceng bahwa terjadi keterlambatan material bangunan,” kata Deni.

“Mungkin karenakan adanya kenaikan harga material sehingga pihak fasilisator sedang mencari pihak penyedia material yang dapat memenuhi permintaan, demikian kendalanya,” ungkap Deni.

Refoter: Al

Editor: HjA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: