KOPASGAT: Proyek Jembatan Tambiluk Ambruk, Kualitas Material Diragukan

pembangunan jembatan Tambiluk tahap- 2 di Kecamatan Petir, Kabupaten Serang

SERANG (KM) – Proyek pembangunan jembatan Tambiluk tahap 2 di Kecamatan Petir, Kabupaten Serang diduga dikerjakan asal jadi sehingga ambruk.

Proyek yang dikerjakan oleh CV Aqila dengan konsultan supervisi PT. Parindo Raya Engineering itu menelan anggaran senilai Rp665.000.398, dengan nomor SPK 630/05-PK.HS.5280245/SPK/PEMB-JMB-TMBLK-THP.2/KPA-BM/DPUPR /2022. Sumber dana berasal dari DTU-DAU-APBD Kabupaten Serang (Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan).

WN, warga desa setempat, menduga pekerjaan tersebut menggunakan material yang tidak berkualitas, terkesan asal jadi sehingga ambruk.  “Kualitas diragukan padahal menelan anggaran ratusan juta rupiah,” ucapnya.

“Saat pengerjaan sempat ambruk dan direnovasi kembali masih dalam tahap pengerjaan dan material pakai besi ulir 25 mm, cincinnya pake ukuran 10 mm, diduga tanah urugan berembun dan campur cadas. Warga setempat merasa kecewa dan sekaligus dirugikan karena jembatan ini termasuk urat nadi akses bagi masyarakat,” ujarnya Minggu (28/8).

Advertisement

Anggota perkumpulan Komunitas Persaudaraan Gabungan Antar Teman (KOPASGAT), Riki menyoroti pembangunan infrastruktur untuk masyarakat. “Sangat disayangkan, uang dari hasil pajak rakyat, kontraktor jangan cari keuntungan pribadi dengan proyek yang dikerjakan asal-asalan,” ungkapnya.

Sementara itu, mandor mengatakan tanah urugan tidak masalah pakai tanah berumbun dan cadas. “Malah lebih bagus karena aliran air atau sungai dibanding tanah merah karena nanti atasnya di urug kembali pakai batu 50 cm,” ucap mandor.

Reporter: Ade Irawan

Editor: Red1

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: