Hotman Paris Ancam Pidanakan Warga yang Viralkan Temuan Beras Bansos yang Dikubur JNE

Kuasa hukum JNE Hotman Paris Hutapea di Jetsky Pluit, Jakarta Utara, Kamis (4/8/2022)

JAKARTA (KM) – Dalam pemberitaan viral penimbunan beras bantuan sosial presiden di kawasan parkir Kelurahaan Tirtaya Jaya, Depok, hari ini diadakan jumpa pers di Jetsky Pluit, Jakarta Utara, Kamis 4/8.

VP of Marketing JNE Express, Eri Palgunadi memohon maaf kepada seluruh stakeholder. “Saya mohon maaf kepada seluruh stakeholder yang mungkin selama seminggu ini melihat kegaduhan ini,” katanya.

Kuasa hukum JNE Hotman Paris Hutapea mempertimbangkan untuk lapor polisi atau perdata. ”Saya pertimbangkan untuk lapor polisi atau perdata. Itu saja. Dan anda tahu semua ini pemicunya adalah fitnah,” katanya.

“Jadi sekali lagi, tidak ada unsur melawan hukum dalam isu soal beras bantuan presiden yang didistribusikan oleh JNE karena beras yang dikubur itu adalah beras milik JNE. Itu beras yang sudah rusak,” kata Hotman.

Hotman mengatakan, proses selanjutnya, JNE mempertimbangkan untuk melaporkan oknum berinisial R yang mengaku sebagai pemilik tanah ke polisi maupun secara perdata karena insiden penguburan bansos Presiden yang sempat ramai diberitakan tersebut.

Diketahui, R merupakan warga yang mengaku pertama kali menemukan beras bansos presiden terkubur di Depok. “Kalian semua sudah tahu lah siapa oknum itu,” jelasnya.

Hotman menilai oknum tersebut telah memfitnah bahwa JNE melakukan penimbunan beras bansos Presiden. “Padahal tujuan dia (R) adalah memperjuangkan tanah miliknya dia,” kata Hotman.

Advertisement

Hotman mengatakan, JNE hanya menguburkan 0,05 persen dari total bansos presiden yang disalurkan melalui perusahaan ekspedisi tersebut. Ia menilai kasus ini terkesan dibesar-besarkan ke publik oleh oknum R tadi. R yang mengaku sebagai pemilik tanah dianggap Hotman mencari perhatian publik.

“Kenapa kasus ini menguat? Ada oknum inisial R yang merasa mengaku pemilik tanah tersebut dan dia sudah lama bermasalah atas tanah tersebut dan akhirnya dia tahu ada beras sudah rusak ditimbun di situ. Itulah dibuka ke permukaan agar viral dan mendapat perhatian,” jelasnya.

Sementara itu, polisi menghentikan penyelidikan temuan beras bansos Presiden dikubur di Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Polisi tidak menemukan ada unsur tindak pidana.”Proses penyelidikan kita hentikan,” terang Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis, Kamis 4/8.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengungkapkan, penghentian penyelidikan itu berdasarkan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak, mulai dari Kementerian Sosial (Kemensos), Bulog hingga JNE.

Reporter: Red

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: