Kesal Anaknya Dinikahi Orang Tanpa Izin, Ibu ini Minta Ormas BPPKB Banten Gugat ke PA

SERANG (KM) – Tidak rela anak kandungnya menikah tanpa sepengetahuan keluarga, Hasanah akan melakukan gugatan atas pernikahan anak perempuannya, Euis Ratna Sari, ke Pengadilan Agama.

Dalam keterangannya kepada Kupasmerdeka.com, Hasanah mengaku kesal lantaran sang anak diketahui telah melakukan akad nikah tanpa restu orang tuanya di rumah Ustadz Rahayu yang beralamat di Kampung Gedong, Desa Pudar, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya.

Euis diketahui menikah dengan Suwisto, dan diwalikan oleh seorang tokoh agama setempat bernama Kyai Ma’rup yang bukan bagian dari keluarganya.

“Saya kuatir kalau zinah seumur-umur karena dinikahkan bukan oleh wali dari keluarga bapaknya atau dari anak-anak saya, dan mempertanggungjawabkan di akhirat nanti bagaimana?” ujar Hasanah kepada KM 8/6.

Hasanah juga mengatakan bahwa terkait rencana gugatannya itu, dirinya telah memberi kuasa untuk mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Agama Serang kepada ormas Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten DPC Kabupaten Serang.

Advertisement

Sementara itu, Kyai Ma’rup yang bertindak selaku wali dari Euis Ratna Sari menjelaskan bahwa dirinya dipanggil Ustadz Rahayu sekitar jam 23.00 WIB karena ada orang bernama Ayok yang minta tolong untuk menikahkan saudaranya.

Dari keterangan Ayok, Kyai Ma’rup menyatakan bahwa pasangan yang akan dinikahkan itu sudah berstatus janda dan duda.

“Saya pun memaparkan yang punya hak untuk menikahkan wali hakim yang tugasnya di pemerintahan KUA wilayah masing-masing,” terangnya.

“Berhubung tidak ada respon, Ayok terus mendesak supaya saudaranya dinikahkan saja, masalah apapun Ayok yang bertanggung jawab,” jelasnya.

Terpisah, Usup selaku Wakil Ketua BPPKB Bamten DPC Kabupaten Serang mengatakan bahwa dirinya akan segera lakukan gugatan.

“Saya akan mendaftarkan gugatan pernikahan Euis Ratna Sari dengan Suwisto hari kamis (9/6) kepengadilan agama serang,” tegasnya.

Reporter : Ade Irawan

Editor : Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

1 Comment

  1. Klu menurut saya pernikahan antara janda dan duda selama mereka saling suka lebih baik dari pada mereka melakukan kumpul kebo misalnya..klu tanpa izin ortu nya malah saya curiga kwatir ortunya SDH tau hubungan antara keduanya ini…tp mungkin tidak memberikan restu…ga bisa asal gugat apalagi SDH di laksanakan pernikahan nya…dari pada mereka tidak di restui dan mereka melakukan zinah secara diam-diam bagaimana jadi nya…siapa yg bertanggung jawab akan dosa yg mereka perbuat

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: