“Petisi Rakyat Papua” Desak Otsus Dicabut, Minta Referendum Papua Barat

PANIAI, PAPUA (KM) – Ratusan warga Papua yang tergabung dalam Petisi Rakyat Papua (PRP) di Paniai melakukan demonstrasi damai menolak daerah otonomi baru (DOB) dan menuntut agar dicabut otonomi khusus (otsus) dan dibubarkan Kodim serta digelarnya referendum bagi “bangsa Papua Barat”, Rabu 11/5 di Lapangan Paniai Berdara Karel Gobai.

Penolakan otonomi khusus jilid II dan DOB oleh sekelompok warga Papua melalui 122 organisasi yang tergabung dalam PRP dikatakan “tidak didengar oleh Jakarta [pemerintah pusat Indonesia]”, yang dituding memaksakan kehendak untuk kepentingan ekonomi dan politik kekuasaan di Papua.

Dalam rilis pers yang diterima KM pagi ini 11/5, PRP mengatakan bahwa pengesahan otonomi khusus oleh pemerintah pusat secara sepihak tanpa melibatkan rakyat Papua bertujuan untuk “menghapus semua kewenangan pemerintah Provinsi dan MRP” melalui undang-undang otonomi khusus (otsus) No. 1 tahun 2001, direvisi UU Otsus No. 2 tahun 2001, yang menjadi penghambat realisasi Undang-undang Cipta Kerja atau Omnibus Law No. 11 Tahun 2020, terlebih khusus untuk investasi dan eksploitasi sumber daya alam di Papua Barat.

Advertisement

“Di tengah hiruk pikuk penolakan kebijakan Jakarta oleh rakyat Papua hingga jatuhnya korban jiwa, penjajah Indonesia masih terus menunjukkan sikap tidak tahu malu dan keras kepala tanpa mendengar atau mempertimbangkan tuntutan pokok rakyat Papua,” lanjut rilis tersebut.

“Untuk menyikapi keras kepala yang terus ditunjukkan oleh kelas penguasa di Jakarta, Petisi Rakyat Papua yang merupakan manifestasi sikap rakyat Papua menolak otsus dan produknya pemekaran di Tanah Papua mendorong referendum West Papua sebagai solusi demokratis dalam konflik hak penentukan nasibnya sendiri bagi rakyat dan bangsa Papua Barat,” sambungnya.

PRP juga menyatakan “menolak segala bentuk produk hukum kebijakan Jakarta yang hakikatnya untuk mempertahankan penjajahan di bumi West Papua.”

Reporter: Yugox
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: