KUPAS KOLOM: Cabut Otsus Jilid II,Tolak DOB dan Berikan Hak Kebebasan Hidup Bagi Orang Papua

Oleh Yunus Gobai, anak asli Papua suku Mee, anggota Tim Pansus FOPERA kawal aspirasi rakyat Paniai tolak DOB yang tinggal di pinggiran bibir Danau Paniai

Pemerintah bangun yang lain. Rakyat punya keinginan yang lain. Jadi, dalam orang Papua punya bahasa: “Latihan lain, main lain”. Antara yang dibangun dan apa yang diinginkan rakyat Papua itu tidak sejalan.

Lantas rakyat Papua merespon sikap elit-elit politik Papua dan Jakarta dengan aksi demonstrasi: di Jakarta, Jogja, Jayapura, Wamena, Paniai, Lani Jaya dan terakhir Yahukimo yang berujung pada pembubaran paksa oleh kekerasan aparatur bersenjata hingga jatuhnya korban jiwa.

Tentunya, rakyat Papua menyadari bahwa upaya pemekaran Provinsi Papua Tengah, Pegunungan Tengah Papua, dan wilayah lainnya yang masih dalam wacana sudah direncanakan jauh sebelum disahkannya UU No. 2 tahun 2021.

Rakyat Papua dengan sadar menolak Otonomi Khusus (Otsus) dengan hati yang terlahir dari nauraninya. Atas nama alam, atas nama leluhur tulang belulang bangsa Papua dan atas nama seluruh akar rumput, rakyat bangsa Papua menolak pemekaran DOB di atas tanah Papua, olehnya antisipasilah para elit-elit lokal pejabat perakus jabatan yang sedang mati-matian memperjuangkan pemekaran DOB yang hanya memikirkan kampung tengah untuk memberi kepuasan sesaat. Sadarlah, mumpung masih ada kesempatan.

Ingat tawaran pemberian permen atau gula-gula pemekaran DOB yang ditawarkan oleh Jakarta itu hanya menipu rasa-rasa manis di bibir sesaat. Berhati-hatilah mengambil karena itu hanya membinasakan kehidupanmu, keluargamu, margamu, sukumu dan ras melanesia ke depan di tanah Papua.

Karena hasil dari itu menghadirkan kenikmatan penderitaan panjang bagi OAP yang tiada akhir menuju pemusnahan dan bangsa Melayu akan berdansa dan berjaya di atas tanah yang bergelimang susu dan madu.

Sayang, material yang sudah menjadi sampah seperti kaca, plastik, kertas, logam, tekstil, barang elektronik dll, bisa didaur ulang tapi ingat, manusia dan waktu tak bisa didaur ulang. Jadi sebelum penyesalan tiba, berhenti dan berpikir yang positif jika engkau menyayangi 1.000 kehidupan generasi emas anak dan cucumu di atas pusaka Tanah air Papua.

Advertisement

Rakyat Papua yang sadar menyampaikan Papua bukan tanah kosong. Sehingga rakyat Papua menolak pemekaran Provinsi Papua dan Kabupaten di tanah Papua. Rakyat mengutuk dan memberi peringatan keras bagi eli-elit lokal dan Jakarta yang kompromi urus Pemekaran DOB Provinsi dan Kabupaten di Papua

Rakyat Papua yang sadar! Mempelajari selama satu dekade Otsus di Papua sudah gagal membangun orang Papua. Dasar inilah menjadi rakyat Papua menolak dan cabut Otsus Jilid II. Rakyat yang sadar mendesak kepada pejabat Papua: DPRP, MRP, dan Gubernur segera dengar aspirasi rakyat dan desak kembalikan Otsus kepada Jakarta.

Tersusun lagi, selama satu dekade Otsus di Papua terstruktur meningkat penyiksaan, pembunuhan dan represi aparat. Rakyat Papua yang sadar! Mendesak hentikan operasi militer, eksploitasi sumber daya alam, dan segala paket pembangunan yang memarginalkan rakyat Papua. Dan Jakarta segera membuka ruang yang melibatkan Orang Asli Papua dan lakukan kesepakatan bersama sebagai solusi agar rakyat Papua dapat menentukan pilihan politik dan kebebasan hak hidup lainnya di tanah Papua.

Rakyat Papua yang sadar! Tugas kita bersama membawa rakyat pada satu tuntutan yakni:”CABUT OTSUS JILID II, TOLAK DOB DAN BERIKAN HAK KEBEBASAN HIDUP BAGI ORANG PAPUA” demi keselamatan tanah, Manusia dan merebut hak kebebasan hidup untuk tuan diatas warisan Negeri Orang Papua.

Mengakhiri dari tulisan ini “Persatuan Orang Papua sajalah yang mampu mengusir sistem penjajah Indonesia. Sebelum bersatu, sistem penjajah Indonesia tidak akan pergi dari bumi Papua”.

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: