Dugaan Pencucian Uang, KPK Kembali Lekatkan Status Tersangka Pada Rahmat Effendi

Wali Kota Bekasi non-aktif Rahmat Effendi saat digiring KPK ke Gedung Merah Putih
Wali Kota Bekasi non-aktif Rahmat Effendi saat digiring KPK ke Gedung Merah Putih

BEKASI (KM) – Kasus dugaan tindak pidana korupsi kembali menjerat Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi alias Pepen. Jeratan baru dari KPK tersebut yakni terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang kini sedang dalam proses pemanggilan para kepala Dinas Kota Bekasi untuk memberikan kesaksian.

“Pada hari ini, tim penyidik menjadwalkan pemanggilan saksi-saksi untuk tersangka RE (Rahmat Effendi),” kata Plt Jubir KPK Ali Fikri melalui pesan singkat, Senin 4/4.

Para saksi yang dipanggil KPK sejumlah 11 orang, yaitu Dadang Ginanjar selaku Kadis Perhubungan, Tanti Rohilawati selaku Kadis Kesehatan, Innayatullah selaku Kadis Pendidikan, Yayan Yuliana selaku Kadis Lingkungan Hidup, Arif Maulana selaku Kadis Bina Marga, Karto selaku Kepala BKPSDM Kota Bekasi, Aan Suhanda selaku Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan Daerah, Kusnanto selaku Direktur Utama RSUD Kota Bekasi, Hanan selaku Sekwan DPRD Kota Bekasi, Abi Hurairoh selaku Kasatpol PP, dan Rina Oktavia selaku Kabid Pelayanan Medik RSUD Bekasi.

Advertisement

“Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim penyidik KPK, menurut keterangan, untuk tersangka RE diduga telah menyembunyikan atau menyamarkan membelanjakan hasil tindak pidana korupsinya ke sejumlah aset,” jelas Ali Fikri.

Sebelumnya, KPK juga telah menetapkan Rahmat Effendi sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di lingkungan Pemkot Bekasi.

Reporter: KM Bekasi
Editor: Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: