Beberapa Komoditas Alami Lonjakan Harga, Pemkot Depok Minta Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sederhana

Imam Budi Hartono saat melakukan sidak di Pasar Sukatani Tapos 1/4. (istimewa)
Imam Budi Hartono saat melakukan sidak di Pasar Sukatani Tapos 1/4. (istimewa)

DEPOK (KM) – Inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Sukatani, Kecamatan Tapos, dilakukan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Depok pada hari Jumat 1/4. Sidak dilakukan dalam rangka memantau perkembangan harga kebutuhan pokok memasuki bulan Ramadan 1443 H.

Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono (IBH) mengungkapkan, dari hasil monitoring yang dilakukan, ditemukan beberapa jenis komoditas yang mengalami kenaikan harga. Meski demikian, pasar tetap ramai dan tidak sepi pembeli.

“Karena menjelang Ramadan banyak harga merangkak naik, tiap tahun ke tahun selalu terjadi (kenaikan harga),” ungkap IBH dilansir dari berita.depok.go.id, usai melakukan monitoring harga di Pasar Sukatani, Kecamatan Tapos, Jumat 1/4.

Selanjutnya dikatakan IBH, dari pantauan langsung di Pasar Sukatani, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga yaitu minyak goreng kemasan sekitar Rp 26-27 ribu/liter, daging sapi yang semula Rp120 ribu/kg menjadi Rp150 ribu/kg. Kemudian, ayam broiler yang semula Rp30 ribuan/kg menjadi Rp50 ribu/kg.

IBH juga memastikan bahwa Pemkot Depok akan terus memantau perkembangan harga bahan kebutuhan pokok setiap harinya di seluruh pasar selama bulan puasa. Ia pun mengimbau masyarakat agar bijak dalam membeli kebutuhan bahan pokok karena stoknya aman.

Advertisement

“Kami memastikan ketersediaan stok barang ada, mudah-mudahan kenaikan harga tidak terjadi begitu lama. Harga stabil inflasi terjaga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kota Depok, Adnan Mahyudin, menyatakan bahwa kenaikan harga hampir terjadi serentak di lima pasar tradisional yang dikelola oleh Pemkot Depok, yaitu Pasar Agung, Pasar Musi, Pasar Tugu, Pasar Kemiri Muka, dan Pasar Cisalak.

“Kami berharap selama bulan Ramadan ini masyarakat melakukan konsumsi secara wajar, berjualan secara jujur dan bijak, berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan, menerapkan pola hidup sederhana,” harapnya.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk melakukan diversifikasi makanan, baik dari bahan maupun cara pengolahannya,” pungkasnya.

Reporter : Sudrajat
Editor : HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: