Jalan Desa di Cigudeg Dibiarkan Rusak, Ini Kata Camat

Jalan rusak di Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor (dok. KM)
Jalan rusak di Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Jalan penghubung antara Kampung Kadaung dengan Kampung Babakan Lapangan, Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg sudah lama dalam kondisi rusak dan diharapkan segera mendapat perhatian dari pemerintah daerah setempat.

Dalam pemberitaan kupasmerdeka.com sebelumnya, Kepala Desa Rengasjajar, Hapidin, menyatakan bahwa pihaknya tidak memiliki anggaran untuk melakukan perbaikan jalan penghubung tersebut.

“Anggaran Dana Desa itu tidak mencukupi untuk membiayai perbaikan jalan tersebut yang memakan biaya sekitar Rp8-9 miliar, harus nyari kemana kurangnya? Namun ada upaya lain diantaranya untuk membuat peraturan,” kata Hapidin.

Menanggapi pemberitaan tersebut, Pardi, Camat Cigudeg, ikut angkat bicara mengenai jalan desa yang tidak kunjung diperbaiki itu.

“Jadi desa itu punya Perdes tentang APBDes, di dalam Peraturan Desa tentang APBDes itu terdiri dari pendapatan asli desa, dana transfer, dan bantuan keuangan. Dana transfer dari pemerintah kabupaten, bantuan keuangan bisa dari provinsi atau pusat, sedangkan pendapatan asli desa salah satunya dibolehkan adanya pungutan iuran ke perusahaan yang dilegalkan oleh Perdes,” ucap Camat saat diwawancarai KM di kantor Kecamatan Cigudeg kemarin 22/2.

Advertisement

Terkait pihak desa yang berdalih pernah mengajukan peraturan desa ke kecamatan dan sampai saat ini belum terealisasi, Pardi menyatakan jika pihaknya telah menyarankan agar pihak desa memusyawarahkan kembali dengan perusahaan.

“Perdes yang diajukan desa, kami (kecamatan) mendapat informasi bahwa belum memiliki kesepakatan antara desa dengan perusahaan, dan kita kembalikan lagi ke desa untuk di musyawarahkan kembali dengan pihak perusahaan,” ungkapnya.

Terkait dengan jalan tersebut, pihak kecamatan sudah pernah menyarankan perjanjian kerjasama dan tidak harus dengan Perdes, karena jalan tersebut juga dimanfaatkan oleh beberapa perusahaan.

“Usahakan mereka yang melaksanakan pembangunan itu, jangan diambil oleh pihak desa,” pungkas camat.

Reporter: HSMY/Bayu
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: