Sempat Jadi Mabes OPM, Pos Puncak Merah Putih Kini Jadi Ikon Pariwisata Lokal dan Mancanegara

PAPUA (KM) – Kota Distrik Mulia yang berbatasan dengan Distrik Yamo, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua, menyimpan obyek wisata panorama alam pegunungan yang elok nan eksotis yaitu Pos Puncak Merah Putih yang berada di atas ketinggian 3.000 MDPL (meter di atas permukaan laut) sehingga tak heran jika diklaim sebagai salah salah satu kota terdingin ldi Indonesia dengan suhu mencapai 3 derajat celsius.

Untuk mencapai tempat ini, harus menggunakan pesawat kecil dari Jayapura dengan harga tiket yang mencapai lebih dari Rp3 juta per orang. Selain itu, juga bisa menggunakan kendaraan roda empat (mobil double gardan) dari Wamena – Jayawijaya dengan estimasi perjalanan 9 -11 jam.

Di Pos Puncak Merah Putih banyak spot foto yang bisa diabadikan, salah satunya pemandangan Kota Distrik Mulia, bandara kecil Mulia, hingga negeri di atas awan jikalau kabut turun menutupi gunung.

Bahkan, kehidupan di Pos Puncak Merah putih sangat santun bagi siapa saja masyarakat yang hendak rekreasi dan wisata, seperti yang dilakukan oleh anggota Satgas Yonif Raider 512.

Satgas Yonif Raider 521 Pos Puncak Merah Putih, Letnan Dua Infanteri Warsito, mengatakan jika dirinya sudah 8 bulan bertugas menjaga Pos Puncak Merah Putih dan tidak pernah ada masalah.

“Saya tugas berjalan kurang lebih 8 bulan, selama ini kita berjalan tidak ada kendala apa-apa, bahkan masyarakat lokal setiap hari Sabtu dan Minggu menjadikan tempat ini sebagai tempat wisata dan tidak jarang pendatang berkunjung ke lokasi ini tanpa dipungut biaya,” ungkap Warsito kepada KM 28/1.

Warsito menuturkan, sejarah terbentuknya Pos Puncak Merah Putih ini adalah dahulunya sebagai tempat Mabes (Markas Besar) OPM (Organisasi Papua Merdeka) dan dijadikan ikon Ibu Kota Mulia Kabupaten Puncak Jaya.

“Setahu saya setelah serah terima dengan Satgas yang lama dengan Raider 500, awal mula dari kejadian-kejadian yang sudah disampaikan ke pos-pos yang lama, kejadian dulu ini di mana tempat atau gudang OPM (Organisasi Papua Merdeka) yang sekarang dijadikan Pos Merah Putih dan dijadikan tenpat ikon atau pariwisatanya Kota Mulia Kabupaten Puncak Jaya,” tutur Warsito.

Warsito juga berpesan agar jangan lupa berkunjung ke Pos Merah Putih jika ingin ke Kabupaten Puncak Jaya.

“Harapan kami Pos Merah Putih untuk masyarakat Mulia maupun bangsa Indonesia bila berkunjung di Kota Mulia Kabupaten Puncak Jaya, jangan lupa singgah di Pos Merah Putih, pos tempat pariwisata di mana di sini ikon dan pemandangannya cukup indah terkenal dengan makanannya mie rebus Pos Merah Putih, mie rebus ini sebetulnya standar mie instan pakai telor tapi dengan kondisi suhu yang dingin yang ekstrem ini kenikmatannya luar biasa,” harapnya.

Advertisement

Di tempat yang sama, turut hadir berkunjung salah satu aparat keamanan di Kabupaten Puncak Jaya mengatakan bahwa ia diberikan amanat untuk melaporkan segala situasi di Kabupaten Puncak Jaya.

“Nama saya Achilles, kebetulan saya berasal dari Jakarta, saya kurang lebih hampir 2 tahun di sini, saya mempunyai tugas pokok menjaga keamanan di Kabupaten Puncak Jaya, yang mana di sini saya diberikan tanggung jawab untuk melaporkan segala situasi yang ada di Puncak Jaya ini,” ucap Achilles.

“Terus terang kalau menurut saya pribadi, Puncak Jaya saat ini situasinya sangat berubah dari sebelumnya, dengan masa pemerintah masa Bupati yang sekarang Dr. Yuni Wonda berhasil mengkolaborasikan dan mengintegrasikan seluruh instansi baik itu aparat keamanan, pemerintahan, masyarakat lokal maupun peradaban di sini yang terbukti sampai saat ini jika dibandingkan dengan kabupaten pegunungan lain, Kabupaten Puncak Jaya ini saya nilai kabupaten yang paling cepat berkembang,” jelas Achilles.

Pos Puncak Merah Putih Kabupaten Puncak Jaya sekarang bisa menjadi referensi tempat wisata yang aman dan terkendali.

“Saya yakin dan percaya teman-teman diluar Puncak Jaya beranggapan Puncak Jaya menjadi tempat yang rawan, tapi perlu diketahui sekarang Puncak Jaya bisa jadikan referensi destinasi wisata, salah satunya adalah pos merah putih, dengan suhu yang saya rasa cukup dingin bahkan sampai 3 derajat celsius,” kata Achillles.

“Di Puncak Jaya saat ini sudah berbagai macam suku tinggal di sini, bahkan berkeluarga di sini, di antaranya suku Padang, suku Jawa, suku Batak, suku Madura, kemudian suku Toraja atau Makassar, yang artinya banyak menjadi penduduk tempat di sini,” terangnya.

“Harapan saya secara pribadi, saya berkeinginan Pos Merah Putih ini menjadi pos utama berekreasi wisata, kita jual baik di nasional maupun internasional, karena sampai saat ini saya sudah menyambut beberapa wisatawan asing baik itu dari Amerika, Inggris, Eropa dan Belanda karena mereka lihat dari youtuber pernah datang ke sini sudah mempublikasikan, sehingga meluangkan waktu untuk datang dan berkunjung kesini,” pungkasnya.

Reporter: HSMY

Editor: Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: