Diimingi Usulan Program BLK Komunitas Dengan Biaya Rp2 Hingga 6 Juta, Pimpinan Sejumlah Ponpes dan Lembaga Pendidikan Gigit Jari

SERANG (KM) – Dugaan penipuan bekedok usulan program Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas di wilayah Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten dialami oleh sejumlah pondok pesantren dan lembaga pendidikan dengan cara dimintai sejumlah uang mulai Rp2 juta hingga Rp6 juta oleh oknum (JA) yang mengaku sebagai koordinator untuk pengajuan program tersebut.

Kepada Kupasmerdeka.com, para pimpinan pondok pesantren dan lembaga pendidikan yang enggan disebutkan namanya tersebut, mengaku merasa sangat dirugikan dan
hanya bisa pasrah serta bingung mau mengadu ke mana.

“Pengajuan program ini sudah cukup lama, tepatnya di tahun 2019. Kami sudah cukup sabar untuk menunggu apa yang dijanjikan oleh Koordinator (JA), kalau memang benar program ini ada, lalu bagaimana dan sudah sejauh mana prosesnya dan bagaimana tanggung jawabnya, mau sampai kapan kami harus menunggu,” jelasnya.

“Tolong lebih diperjelas jangan sampai saling lempar batu sembunyi tangan,” ungkapnya.

Sementara itu, menanggapi pemberitaan sebelumnya yang sudah beredar, melalui pesan suara yang disampaikan kepada awak media KM (6/1), JA mengaku keberatan dan menganggap pemberitaan tersebut sebagai pembunuhan karakter dirinya. JA pun mempersilahkan agar ditunjukkan bukti kalau memang dirinya dianggap melakukan tindak pemerasan.

Advertisement

“Terkait pemberitaan sudah disebarkan ke teman-teman saya, juga dengan banyak kawan kawan yang ikut BLK itu. Saya rasa sudah cukup lah si Kakang, itu kan pembunuhan karakter juga dengan saya. Kecuali kalau memang Kakang bisa membuktikan memang betul para kyai itu diperas oleh saya. Saya sudah cukup sabar banget loh kang, jangan sampai membunuh karakter orang, itu gak boleh,” ucap JA.

“Ya kalo nanti perlu dan punya sesuatu bukti dasar yang kuat dengan saya, face to face saja kita, gak usah disebar sebarin ke teman-teman gua, udah banyak yang tau yaaah…! Saya gak mau ada masalah dengan siapapun dan saya mencari uang untuk bersodaqoh beramal kebaikan dari jalan yang baik, dan saya dari Palembang kang, gak perlu saya nipu-nipu orang, dan Kakang juga harus tahu diri, membunuh karakter orang itu hukumnya lebih kejam dari fitnah, kecuali Kakang bisa membuktikan itu. Yaa.. jadi tolonglah jangan berlebihan-lebihan, kita liat saja endingnya nanti,” pungkasnya.

Refoter : Iing ricky
Editor. : Soe°

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: