Tumbuhkan Karakter Siswa, SMAN 3 Cibinong Gelar Parade Pasca Pelaksanaan PAS

CIBINONG (KM) – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Cibinong menggelar acara Parade pasca Penilaian Akhir Semester (PAS). Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka penumbuhan karakter bagi peserta didik. Hal tersebut dikatakan Iwan Kuswandi selaku Wakil Kepala Bidang Humas SMAN 3 Cibinong, Kamis, 16 Desember 2021.

“Adapun kegiatan tersebut dinamakan Pendekar Manis, (Smestis) kependekan dari pendekar milenial dengan karya moderasi agama, nasionalis, inovatif dan sehat,“ ujarnya.

Menurut Iwan, kegiatan tersebut selain untuk menumbuhkan karakter para peserta didik dilingkungan SMAN 3 Cibinong, juga diharapkan agar para siswa dapat mengisi kegiatan pasca penilaian akhir semester yang dijadwalkan mulai tanggal 13 Desember 2021 sampai dengan 23 Desember 2021.

“Tentunya kegiatan ini kami lakukan berdasarkan peraturan dan undang-undang prokes yang ditetapka pemerintah setempat,” jelasnya.

Seperti diketahui pada 30 Maret 2021, Pemerintah telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama 4 Menteri yang mewajibkan sekolah memberi layanan tatap muka pada muridnya paling lambat tahun ajaran dan tahun akademik 2021/2022.

Menyikapi kondisi pandemi covid-19 saat ini, maka pembelajaran di tahun ajaran baru 2021/2022 bersifat dinamis mengacu pada kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di masing-masing daerah, dan Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Advertisement

Hal tersebut diutarakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, saat menghadiri gelar  wicara di televisi swasta, Selasa (27/7).

Menurutnya, satuan pendidikan harus memperhatikan zona wilayahnya dalam menentukan aktivitas pembelajaran. Untuk Level 1 dan 2 dapat memulai pembelajaran tatap muka (PTM) Terbatas, dengan mengutamakan kehati-hatian, keselamatan, dan kesehatan warga sekolah.

Sementara untuk daerah yang berada di Level 3 dan 4, masih harus menggelar pembelajaran secara jarak jauh (PJJ).

Diakui Menteri Nadiem, banyak sekolah sudah mencoba PTM terbatas sejak awal tahun 2021. Ia pun mengapresiasi langkah yang dilakukan sekolah tersebut, namun harus tetap menerapkan protokol kesehatan ketat, dan sudah memenuhi daftar periksa.

“Daftar periksa tersebut terdiri dari ketersediaan sarana anitasi dan kebersihan, ketersediaan fasilitas kesehatan, pemetaan warga satuan pendidikan yang tidak boleh melakukan kegiatan di satuan pendidikan, seperti kondisi medis komorbid tidak terkontrol, tidak memiliki akses transportasi yang memungkinkan penerapan jaga jarak, memiliki riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi positif covid-19, dan membuat kesepakatan bersama komite sekolah tentang Kesiapan PTM terbatas, tata letak duduk siswa, ventilasi, dan lain sebagainya,” terang Menteri Nadiem mengingatkan kembali daftar periksa persiapan PTM Terbatas.

Reporter : Indra F

Editor : Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: