Oknum Kejaksaan Agung Diduga ‘Bermain’ Dalam Mandeknya Kasus Indosurya Senilai 15 Triliun

JAKARTA (KM) – Para korban kasus Koperasi Indosurya harus kembali menelan kekecewaan, apabila sebelumnya penanganan kasus sempat Mandek di Mabes Polri dan setelah digelar aksi “demo pocong” yang sempat viral di media, kasus berjalan kencang dan langsung dilimpahkan ke Kejaksaan.

Namun tampaknya Kejaksaan Agung mempersulit bergulirnya kasus tersebut dengan menerapkan taktik P19, dimana Berkas Perkara sudah dua kali dilimpahkan Mabes POLRI ke Kejaksaan Agung dan nyatanya setiap dilimpahkan selalu dikembalikan Kejaksaan ke Kepolisian dan minta penuhi petunjuk.

Dalam permyataannya, Kabid Humas LQ Indonesia Lawfirm, Sugi, menilai maraknya keberadaan oknum Aparat Penegak Hukum (APH), membuat keadilan sulit didapat di Indonesia.

“Pidana penipuan massal yang dilakukan terhadap ribuan korban dan kerugian belasan triliun, tidak kunjung di P21 oleh Kejagung, namun infonya, perkara terhadap Advokat yang dikriminalisasi dan sudah sidang hingga putusan MA dan InCracth mau disidangkan kembali oleh Kejaksaan,” ujarnya.

“Bagaimana masyarakat mau menilai kejaksaan bersih. Ternyata Jaksa Agung RI kalah dengan Henry Surya, kekuatan uang masih mengalahkan kekuasaan dan kewenangan karena faktanya kekuasaan dan kewenangan dapat dibeli,” lanjutnya dalam rilis LQ Indonesia Lawfirm yang terima media, Senin 6/12.

Korban Indosurya beinisial H yang dirugikan puluhan milyar mengatakan, hanya LQ Indonesia Lawfirm yang gencar mendorong kasus Indosurya. “Saya jadi klien LQ setelah menghubungi di nomor 0817-489-0999. Berkat perjuangan LQ melalui demo pocong, berkas mandek di Mabes sudah berjalan sejak April 2021, namun kini jelas mandek di kejagung, sulitnya mencari keadilan di Indonesia,” keluhnya.

Advertisement

Korban Indosurya lainnya berinisial D juga menyatakan kekecewaannya, ia mempertanyakam kenapa negara Indonesia bisa kalah sama penjahat kerah putih?

“Kasus serupa di Amerika dengan kriminal penipuan ponzi scheme, Bernard Maddoff, tanpa tunggu lama ditahan dan disidangkan. Ini Henry Surya malah plesiran di Bali dengan uang korban yang menderita kesulitan hidup. Jaksa Agung Burhanudin tolong periksa anak buahnya jangan ada yang maen perkara, mustahil perkara sepele yang sama kejadian dengan Asabri dan Jiwasraya, justru mandek di pemenuhan berkas lengkap tanpa ada campur tangan oknum kejaksaan,” ungkapnya.

Pelapor LP Indosurya, advokat Adi Priyono pun mengungkapkan kekecewaannya atas mandeknya kasus Indosurya di Kejaksaan Agung.

“Namanya saja Kejaksaan Agung, gak jelas bagaimana bisa “Agung” apabila ada oknum bermain dalam perkara Indosurya? Kejaksaan Agung yang bersih dari KKN dan profesional masih hanya impian. Sudah dua kali paling sedikit berkas itu bolak balik, SPDP kan ada waktunya jadi jelas bolak baliknya berkas Perkara Indosurya sangat merugikan pelapor dan para korban pidana penipuan dan perbankan yang diduga dilakukan oleh Henry Surya,” jelasnya.

“Faktor utama Indonesia masih jadi negara ketiga karena tidak adanya kepastian hukum, secara praktek mafia hukum masih menguasai dan menyengsarakan masyarakat,” pungkasnya.

(Red)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: