KUPAS KOLOM : Hak Asasi Perempuan Masih Lemah Dalam Perspektif Perlindungan Negara

Oleh Puji Purwati, Ketua Umum Aliansi Srikandi Peduli Perempuan Dan Anak (ASPPA)


Terjadinya kembali kekerasan seksual di
lingkungan pendidikan berbasis pesantren atau pendidikan berbasis agama islam di Bandung baru – baru ini merupakan masalah yang harus segera dituntaskan dan butuh kerjasama semua pihak, para korban wajib mendapatkan perlindungan atas hak asasinya berupa hak atas rasa aman.

Permasalahan yang paling krusial, apakah perlindungan hak asasi manusia telah sesuai dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia?,
bagaimana bentuk tanggungjawab negara di dalam melindungi hak asasi manusia terhadap korban perkosaan?.

Menurut kami, Negara harus
bertanggung jawab sepenuhnya terhadap perempuan yang mengalami tindak kekerasan. Bentuk perlindungan hak asasi manusia terhadap perempuan sebagai korban perkosaan adalah melalui layanan terpadu yang mencakup layanan medis, layanan hukum/bantuan hukum, dan layanan shelter (rumah aman). Perlindungan terhadap korban dilakukan juga melalui pemantauan disertai dengan program pemulihan.

Kami melihat, perlindungan hak asasi manusia terhadap perempuan korban perkosaan belum maksimal, karena korban belum sepenuhnya mendapatkan pelayanan yang sama. Kedua, perlindungan terhadap perempuan korban perkosaan belum sesuai dengan prinsip-
prinsip hak asasi manusia, hasil penelitian kami menyebutkan bahwa masih adanya perlakuan tidak setara, perlakuan yang diskriminatif secara
langsung dan tidak langsung oleh petugas layanan kesehatan, bantuan hukum, rumah aman, bahkan oleh polisi, jaksa, dan juga hakim.

Akibat dari prinsip-prinsip hak asasi manusia yang belum sesuai ini, sehingga hak atas rasa aman atas penderitaan korban berupa rasa takut, rasa trauma, tidak percaya diri akibat hilangnya kesucian (keperawanan), yang wajib dimiliki oleh korban perkosaan belum terpenuhi dan masih jauh dari harapan.

Ketiga, bentuk tanggungjawab negara dalam melindungi korban perkosaan masih sebatas pemantauan, menyusun langkah-langkah/peraturan penanganan korban, masih sebatas tempat pengaduan korban. Dengan demikian dapat kami simpulkan bahwa perlindungan hak asasi manusia terhadap perempuan korban perkosaan masih belum
maksimal dalam melaksanakan tanggung jawabnya, negara tidak
melakukan penanganan secara langsung.

Advertisement

Kami tegaskan sikap kami, bahwa setiap orang wajib dijunjung tinggi hak dan kehormatannya tanpa membedakan antara laki-laki dan
perempuan dan bahkan tidak dapat dicabut oleh siapapun bahkan oleh dirinya sendiri. Khususnya perempuan sebagai suatu kelompok dalam masyarakat di dalam suatu Negara merupakan kelompok yang juga wajib
mendapatkan jaminan atas hak-hak yang dimilikinya secara asasi.

Perempuan dinyatakan secara eksplisit dan khusus dijamin hak asasinya karena perempuan termasuk dalam kelompok yang vulnerable, bersama-sama dengan kelompok anak, kelompok minoritas, dan kelompok pengungsi serta kelompok rentan lainnya. Kelompok perempuan dimasukkan ke dalam kelompok yang lemah, tak terlindungi dan karenanya
selalu dalam keadaan yang penuh resiko serta sangat rentan terhadap bahaya, yang salah satu diantaranya adalah adanya kekerasan seksual
yang datang dari kelompok lain. Kerentanan ini membuat perempuan sebagai korban kekerasan mengalami fear of crime yang lebih tinggi dari
laki-laki, tapi pada kenyataannya perhatian dan tanggungjawab oleh Negara yang memberikan perlindungan terhadap korban perkosaan yang diatur dalam pasal 285 KUHP tentang perkosaan tersebut, hanya ditujukan kepada laki – laki yang menjadi pelakunya dan tidak diberikan penjelasan khusus kepada perempuan yang menjadi korbannya, sehingga salah satu akibatnya yaitu angka korban perkosaan tidak mengalami penurunan karena peraturan perundang-undangan di Indonesia tidak memberikan efek jera kepada pelaku perkosaan.

Sepatutnya kekerasan seksual yang terdapat
dalam KUHP, khususnya tindak pidana perkosaan, harus dipersepsikan lebih luas agar mencakup hak asasi perempuan termasuk memberikan rasa aman, nyaman serta perlindungan secara menyeluruh dan kami akan
memperjuangkan hal itu.

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: