Aktivis Tunggu Respon Cepat KPK RI Usut Tuntas Dugaan Korupsi DD-APBDes Wanasari Agrabinta

CIANJUR (KM) – Paguyuban Anak Desa Wanasari (Pandawa) Kecamatan Agrabinta Kabupaten Cianjur telah melaporkan adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi Dana Desa (DD-APBDesa) Tahun 2020-2021 kepada Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI), melalui Dirjen Pelayanan Laporan dan Pengaduan KPK RI pada tanggal 30 November 2021 lalu.

Laporan Pandawa tersebut didasarkan adanya temuan indikasikan kerugian negara senilai Rp. 1.447.635.000 yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa (Kades) Wanasari selaku Pemegang Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Desa (PKPKD) atau Pelaksana Pengelolaan Keuangan Desa (PPKD) sebagai Terlapor 1, dan Camat selaku Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) sebagai Turut Terlapor.

Pandawa juga menilai, Kinkin Ependi yang menjabat sebagai Kades Wanasari, Kecamatan Agrabinta Kabupaten Cianjur sejak tahun 2016 lalu, termasuk seorang Kepala Desa yang lincah, bahkan juga telah mengangkat istri keduanya menjadi orang penting di Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Wanasari dan merangkap sebagai Ketua PKK, sehingga fungsi pengawasan dari semua stakeholder mendapat kesulitan.

Kendati demikian, seperti pepatah yang mengatakan, “sepandai-pandainya menyembunyikan bangkai, akhirnya tercium juga“, dan pada hari Rabu 10 November 2021, Ketua BPD Wanasari Suranto (45), mengundang seluruh lapisan masyarakat Desa Wanasari agar datang ke Kantor Desa Wanasari untuk mengikuti acara Musyawarah Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDesa) Tahun 2022.

Dalam acara tersebut, Masyarakat Desa Wanasari (Pandawa) mengusulkan agar acara ditunda terlebih dahulu, sebelum Kepala Desa menyelenggarakan dan memaparkan terkait Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (IPPD) kepada Masyarakat Desa, karena masyarakat tidak pernah tahu penyerapan terhadap anggaran 2020 maupun 2021, dimana semestinya informasi bisa dipasang dan terpampang, namun pada acara tersebut spontan menjadi hening saat Kepala Desa dipintai melaksanakan IPPD tersebut, sehingga acara berakhir bubar tanpa ada sebuah kejelasan dan selanjutnya diagendakan pada waktu yang tidak pasti.

Semua hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Paguyuban Anak Desa Wanasari (Pandawa), M. Haendra Zholar yang sering di sapa Solar, kepada media Kupasmerdeka.com, Rabu 15 Desember 2021.

“Diawali dengan terkuaknya sejumlah utang Desa pada tahun 2019-2020, Desa Wanasari masih memiliki sejumlah utang pinjaman (Dana Talangan) dan Nota Bon utang pengambilan barang (material) pelaksanaan pembangunan tahun 2020, diantaranya kepada IS (40) Rp.95.000.000, kepada AH (47) Rp.104.605.500, dan kepada AR (54) Rp.145.000,000, jumlah total Rp.344.605.500. Padahal APBDesa Desa Wanasari Tahun 2020 adalah yang terbesar dari Desa-Desa lainnya di Kecamatan Agrabinta, pagu APBDesa Wanasari Tahun 2020 Rp. 2. 775.208.000, jadi hal yang tidak wajar apabila masih memiliki tunggakan utang Desa,” jelasnya.

“Pandawa juga sempat mendesak jawaban Kades Kinkin, menyangkut realisasi Dana Pembinaan Masyarakat Desa yang nilainya Rp. 24.090.000, Dana Pemberdayaan Masyarakat Desa Rp. 22.550.000, berikut Dana Penanggulangan Bencana Alam Rp. 619.255.000, namun sampai dengan terjadi laporan ke KPK, Kades Kinkin tidak mau menjawab dengan mengalibikan alasan harus berkumpul antara Kepala Desa, Sekretaris Desa dan Bendahara Desa, akan tetapi setiap dipertanyakan selalu tidak ada diantaranya, entah itu Kepala Desa, Bendahara Desa, atau Sekeretaris Desa yang tidak ada,” lanjutnya.

Advertisement

“Sekarang ini Kinkin Kepala Desa menjelang berakhirnya masa jabatan (tansisi), mereka menyisakan pembangunan infrastuktur asal jadi, maka pembangunan infrastuktur di tahun 2021 menggunakan swakelola oleh masyarakat, namun lagi–lagi setiap titik kegiatan pembangunan pada anggaran yang sudah ditentukan, terjadi penyunatan anggaran sebesar 30% pertitik kegiatan seperti yang dijelaskan Tim Swakelola AB (47),” tambahnya.

Sebagai informasi, beberapa proyek pembangunan yang dijalankan adalah pembangunan jalan Desa Wanasari lokasi Kp. Banjarsari volume Panjang 550 M, Lebar 3 M, Tinggi 15 Cm, jumlah anggaran Rp. 409. 600.000, sumber anggaran Dana Desa Tahap – I APBDesa Tahun 2021, Dana yang terserap Rp. 286,720,000, Pembangunan Jalan Desa Lokasi Kp. Kiara 1, volume. 500 Meter. Lebar 3 Meter Tinggi 15 Cm, Jumlah Anggaran Rp. 372.650.000,- sumber anggaran DD-APBDesa Tahun 2021 Tahap –II, Dana yang terserap Rp. 205. 000,000, Pembangunan Jembatan Kali Ciagra Kp Kiara 1, volume. 9,4 X 4 M, sumber anggaran DD-APBDesa Tahun 2021 Tahap II, jumlah anggaran Rp. 80. 244.000, Dana yang terserap Rp. 56.156.800.

“Adapun pagu APBDesa Wanasari tahun 2021 sejumlah Rp. 3.040.395.000, sehingga kuat dugaan terjadinya Tindak Pidan Korupsi pada APBDesa Tahun 2021, terdiri dari :
Rp. 145.000,000. yang digunakan membayar hutang desa pada APBDesa Tahun 2020, Rp. 18.230.000, Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp. 152.212.000, Dana Penanggulangan Bencana Alam, Rp. 259.519.000, Dana yang disunat pada tiga Titik Kegiatan Jumlah Rp. 574.961.000. dan pada APBDesa Tahun 2020 Rp 988.819.000. Jumlah seluruhnya Rp. 1.474.635.000,” terangnya lagi.

“Selanjutnya Kami sebutkan Camat Agrabinta sebagai Turut Terlapor, alasan kami adalah, Camat selain ditugaskan oleh undang-undang melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev), juga berperan melakukan pembimbingan dalam hal Pembuatan RAPBDesa, RKPDesa, LPPDesa, SKPJ, dan Rekomendasi, namun semuanya sudah kami serahkan kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH), Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI),” tegasnya.

Sementara itu, Deni selaku Sekjen Pandawa, menyatakan menunggu dan menantikan respon cepat KPK RI atas aduan pihaknya tersebut.

“Agar Desa Wanasari kedepan menjadikan Wanasari yang lebih baik, bersih, dan sehat dari Korupsi dan KKN. Tentu saja ini juga sebagai tolak ukur bagi desa-desa yang lain agar apabila mereka ada niat untuk melakukan Tindak Pidana Korupsi mereka bisa berpikir ulang dengan barometer yang telah kami lakukan di Desa Wanasari ini,” tutup Deni.

Reporter : Ade Irawan

Editor : Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: