Tok! PN Kota Bogor Beri Hukuman Kurungan 1 Bulan Untuk “Sang Jagoan”

KOTA BOGOR (KM) – Sebulan sudah insiden “gaya jagoan” oleh oknum yang melakukan tindak kekerasan berupa penendangan kepada anggota aksi demonstrasi dari “Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Aset Negara” (GEMPPAR) terkait mafia tanah dan mafia pajak, di depan Istana Bogor, Rabu 13/10 lalu. Akhirnya Pengadilan Negeri (PN) Kota Bogor memutuskan hukuman 1 bulan kurungan penjara kepada terdakwa bernama Bani Indra Budiman.

“Berdasarkan hasil keterangan dalam sidang, memutuskan hukuman penjara selama 1 bulan,” ungkap Hakim dalam sidang, Kamis 18/11.

“Ya berdasarkan tuntutan tindak pidana penganiayaan sebagai mana dimaksud dalam pasal 351 KUHPidana jo 352 KUHPidana, memutuskan hukuman penjara 1 bulan kepada terdakwa,” jelas Hakim.

Sidang di PN Kota Bogor yang dipimpin Hakim tunggal menghadirkan terdakwa, 2 korban pelapor dan 2 saksi kejadian.

Sebagaimana yang telah diberitakan dibanyak media, saat aksi demo berlangsung, muncul orang tidak dikenal yang secara tiba-tiba masuk ke dalam barisan pengunjuk rasa sambil menendangi beberapa mahasiswa. Aparat yang menjaga pun segera melerai insiden yang terjadi, namun tidak mengamankan orang tersebut.

Dari hasil penelusuran KM, pihak aparat yang ada di lokasi tidak mengenal orang tersebut, bahkan saling lempar.

“Mungkin dari pihak TNI itu,” ujar seseorang anggota Kepolisian.

Dari pihak TNI pun menyampaikan, “itu mungkin dari pihak Kepolisian,” ujar seorang anggota TNI.

Advertisement

Sementara dari postingan media sosial yang beredar, aksi jagoan oknum tidak dikenal tersebut Redaksi kupasmerdeka.com mendapatkan keterangan dari warga yang tidak ingin disebutkan identitasnya.

“Ya saya kenal orang itu, inisial nama IB berprofesi sebagai pengacara,” ungkap sumber kepada KM.

“Setahu saya, dia orang yang dekat dengan perwira-perwira aparat hukum, dan juga sering latihan boxing,” tambahnya.

Atas putusan Pengadilan tersebut, Fachri selaku korban yang saat itu juga berperan sebagai Jendral Lapangan GEMPPAR, mengaku merasa puas dengan putusan Hakim PN Kota Bogor.

“Alhamdulillah hari ini sudah ada putusan dan kami sangat puas untuk putusannya, dengan hukuman penjara kepada terdakwa,” ungkap Fachri kepada awak media ini.

“Kami sangat apresiasi kinerja dari Polresta Bogor Kota, yang mengawal kasus ini. Sejak 13 Oktober 2021, kami masuki laporan ke SPKT Polresta Bogor Kota, kami disambut dan diperlakukan dengan baik oleh petugas,” lanjut Fachri.

“Dan hari ini, lanjut Fachri, putusan pengadilan menetapkan hukuman penjara selama 1 bulan bagi terdakwa. Tentunya ini menjadi pelajaran bagi semua pihak, agar jangan menghalangi kebebasan berpendapat dimuka umum, karena jelas ini sah dalam undang-undang,” pungkas Fachri.

Reporter : ddy

Editor : Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: