Pelayanan Bedah Jantung Ditargetkan Akhir 2023, Gubernur Jambi: “Kelamoan”

(dok. KM)
(dok. KM)

JAKARTA (KM) – Bertempat di ruang pertemuan direksi Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, berlangsung pertemuan antara jajaran Rumah Sakit Harapan Kita yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama, Iwan Dakota, dan jajaran Pemerintah Provinsi Jambi yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris, Kamis 4 November 2021 lalu.

Pertemuan tersebut membahas kerjasama jejaring kardiovaskular Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita dan RSUD Raden Mattaher Jambi.

Dalam kesempatan tersebut, Iwan Dakota mengatakan bahwa nilai ekonomis dari warga negara Indonesia dalam rangka pelayanan kesehatan dan kecantikan ke negeri jiran Malaysia sangat besar, yakni sekitar USD 11,5 juta.

“Dikarenakan akses saat ini (masa pandemi) tertutup, kesempatan ini harus bisa kita ambil. Agar capital besar ini tidak lari keluar negeri, tapi bisa dilayani di Indonesia, syukur-syukur bisa dilayani di daerah,” ujarnya.

“Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan No. 7182 tahun 2020, bahwa seluruh provinsi dapat melakukan pelayanan jantung paripurna, termasuk pelayanan bedah jantung terbuka, selambat-lambatnya akhir tahun 2023,” lanjut pria kelahiran Palembang tersebut.

Menurut Iwan Dakota, Provinsi Jambi untuk pelayanan pengobatan jantung yang saat ini berada di zona hijau, harus bisa masuk ke zona merah (kategori mandiri), adapun yang harus diperbuat Provinsi Jambi dalam waktu dekat adalah menyediakan gedung khusus untuk rumah sakit jantung atau pelayanan penyakit jantung, selanjutnya RS Harapan Kita melalui DAK Kementerian Kesehatan akan memberikan anggaran untuk peralatan dan fasilitas, juga untuk menjamin ketersediaan SDM, baik untuk pelatihan keperawatan, sampai ketersediaan dokter.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jambi langsung memberikan tanggapannya.
Kelamoan (terlalu lama) Pak Dokter,” ungkap Al Haris.

Al Haris berharap, Provinsi Jambi sudah mandiri dalam pelayanan penyakit jantung tahun 2022, mengingat saat ini gedung untuk pelayanan penyakit jantung sudah tersedia, yakni menggunakan gedung baru yang terdiri dari 6 lantai eks Rumah Sakit Covid-19 yang sekarang sudah nol pasien, dan pelayanan kesehatan jantung saat ini pun sudah berjalan.

“Kami berharap dok, kalau bisa tahun depan kita sudah bisa operasional, bukan tahun 2023, karena masyarakat Jambi ekonominya terbilang menengah ke bawah, untuk perawatan jantung ini sudah harus berbiaya murah, tidak harus ke Jakarta, butuh waktu cukup lama, bisa berulang-ulang, butuh biaya cukup besar, belum lagi keluarga yang mendampingi juga harus pakai biaya juga,” jelas Al Haris.

Advertisement

“Insya Allah, apa-apa yang menjadi tanggung jawab kami, kami siap penuhi, gedung juga sudah mantap, tinggal nanti kami menunggu Dokter Iwan dan kawan-kawan kapan bisa ke Jambi, mana-mana yang dirasa kurang kami siap benahi, mohon nanti Pak Dokter bisa mengawal DAK untuk penyempurnaan Rumah Sakit Jantung Provinsi Jambi, kami harapkan bisa terealisasi dalam tahun depan,” terang Al Haris.

“Saya Gubernur Jambi mengharapkan bimbingan dan bantuan dari RS Harapan Kita, agar masyarakat Jambi yang memerlukan tindakan operasi jantung, kelak cukup di RSUD Raden Mattaher saja, tidak perlu jauh-jauh lagi ke Jakarta atau bahkan ke luar negeri. Dan tentunya kami pemerintah ingin pelayanan Jantung ini bisa lebih cepat, lebih mudah, lebih efisien dan bisa membantu masyarakat yang tidak mampu, kami akan support program ini, dan kami akan berusaha untuk mempercepat proses SDM nya, dan kami harap dukungan dari RS Harapan Kita untuk DAK nya untuk pengadaan sarana alat kesehatan dari pemerintah pusat, dan akhir tahun 2022 program ini sudah bisa berjalan sesuai dengan yang kita harapkan,” pungkas Al Haris.

Sementara itu, Dirut RS Harapan Kita dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas dukungan yang kuat dari Gubernur Jambi, dirinya berkeyakinan program Kementerian Kesehatan dibidang pelayanan penyakit jantung secara paripurna di Provinsi Jambi akan segera terwujud.

“Sesuai dengan SK Kemenkes no 7182 tahun 2020, kami siap untuk mengampu 54 rumah sakit di berbagai Provinsi, khusus untuk RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi, yang saat ini baru bisa melayani penyakit jantung untuk tindakan IMB non bedah, Insya Allah akan kita tingkatkan kemampuannya menjadi mandiri dalam 2 tahun kedepan sehingga dapat melakukan pelayanan yang holistik termasuk bedah jantung terbuka. Saya juga berterimakasih atas dukungan yang kuat dari Bapak Gubernur, saya yakin kolaborasi dan sinergitas yang baik ini, program kemandirian pelayanan jantung di RSUD raden Mattaher ini akan segera terwujud,” tandasnya.

Turut hadir mendampingi Gubernur Jambi antara lain staf ahli bidang pemerintahan, hukum dan politik, Kadis Perhubungan, Karo Adm pimpinan, dan Kaban Penghubung, dan dari RS Harapan Kita, hadir Direktur Medis, Direktur Perencanaan, Direktur Keuangan, Kasubbid Bedah Jantung dan Ketua Tim Jejaring pembentukan RS Jantung Nasional.

Reporter: Deni
Editor: Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: