Kasus Oknum Polisi Koboy, Pengacara Korban Minta Perkara Jadi Perhatian Khusus Kapolda

Polda Metro Jaya (dok. Polri.go.id)
Polda Metro Jaya (dok. Polri.go.id)

JAKARTA (KM) – Dery Costhalova dan Evinta Carlesa menjalani pemeriksaan sebagai pelapor sekaligus korban atas kasus dugaan pengeroyokan dan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum “Polisi Koboy” berinisial H di Polda Metro Jaya, Senin 1/10.

“Hari ini kami memenuhi panggilan Unit 4 Subdit Umum Jatanras Polda Metro Jaya untuk memberikan keterangan yang sebenar-benarnya terkait kasus yang menimpa klien kami, ada 4 orang yang akan diperiksa, para korban dan 2 orang saksi lainnya.

“Sebelumnya pada hari Minggu 24 Oktober 2021, kami juga sudah memberikan keterangan kepada Paminal Propam terkait pelanggaran etik profesi yang diduga dilakukan oleh oknum polisi H,” kata penasihat hukum Korban, Advokat Hario Setyo Wijanarko di Polda Metro Jaya, Senin 1/11.

Hario juga menerangkan, kliennya juga sudah melakukan visum di RS Cipto sejak awal membuat laporan.

Sementara itu, Dery mengaku dicecar dengan beberapa pertanyaan oleh penyidik Polda Metro Jaya. Dia menyebut, materi pemeriksaan seputar waktu kejadian dan bagaimana pelaku melakukan pengeroyokan.

“Saya diperiksa oleh Penyidik Unit 4 Jatanras Polda Metro Jaya dan ditanyakan seputar awal kejadian hingga terlapor menodongkan pistol ke wajah saya lalu menembakkan peluru ke udara dan bagaimana kronologois hingga para terlapor melakukan pengeroyokan terhadap saya dan istri saya,” ungkapnya.

Atas peristiwa tersebut, Advokat Dwi Seno Wijanarko turut berpendapat agar pihak Kepolisian memperoses perkara kliennya.

“Kami berharap agar kapolri, Kapolda dan Dirpropam mengatensi Laporan Polisi Nomor : LP/B/5238/X/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA. agar tidak ada intimidasi dan intervensi dari pihak internal maupun eksternal perkara tersebut,” jelasnya.

“Kami berharap kepolisian objektif dan profesional di dalam menangani perkara tersebut,” lanjut Seno.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo sendiri sebelumnya sempat menyoroti banyaknya kejadian oknum polisi yang melakukan pelanggaran baik itu kode etik, disiplin, maupun pidana. Kapolri juga membuat pernyataan kepada para Kapolda agar bertindak tegas. “KALAU TIDAK MAMPU SAYA AMBIL ALIH, tolong jangan pakai lama, segera copot PTDH dan Kemudian proses pidana, Kapolres Harus menegur anggotanya yang di level Kapolsek, demikian juga Kapolda harus melakukan langkah-langkah tegas terhadap anggota-anggota dibawahnya. Kalau tidak mau memotong ekornya yang busuk kepala nya saya potong,” demikian kutipan statemen Kapolri beberapa waktu lalu.

Advertisement

Pernyataan tersebut dinilai menunjukan keseriusan Kapolri dalam memberantas oknum-oknum yang mencoreng Korsa Bhayangkara.

Dr. Seno juga menekankan jika dirinya menanti ketegasan dan tindak lanjut Irjen. Pol. Mohammad Fadil Imran selaku Kapolda Metro Jaya saat merespon pernyataan Kapolri.

“Pak Kapolri sudah memerintahkan kalau tidak mau memotong ekornya yang busuk kepalanya saya potong. Kalau saya, saya tambahkan, saya blender kepalanya sekalian yang busuk itu,” tegas Fadil merespon pernyataan Kapolri kepada wartawan di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Sabtu (30/10/2021) lalu.

Tidak hanya Kapolda, pernyataan Kapolri tersebut turut didukung dengan Perintah Irjen. Pol. Ferdy Sambo selaku Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia yang mengatakan “Siapa saja anggota polri yang melakukan perbuatan tercela dan menimbulkan kegaduhan di masyarakat akan segera ditindak tanpa pandang bulu”.

“Artinya kami meminta keseriusan dan tindakan tegas terhadap oknum polisi koboy agar segera diproses, jangan sampai ada oknum yang menghalang-halangi proses tersebut. dan kami akan kawal kasus ini hingga tuntas,” pungkas Dr. Seno

Reporter : Red

Editor : Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: