Ancam Akan Bunuh Ibu dan Neneknya, Sang Paman Tega Cabuli Ponakannya Hingga Lima Kali

Foto: Ilustrasi Korban Pemerkosaan
Foto: Ilustrasi Korban Pemerkosaan

SERANG (KM) – Warga Desa Binong, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, tepatnya di Kp. Asem Lor Rt/04 Rw/01 dihebohkan dengan adanya kasus pemerkosaan oleh sang paman terhadap keponakannya hingga berkali-kali.

Ironisnya, pelaku tersebut selain adalah pamannya, juga merupakan bapak angkat dari si korban. Tak hanya itu, pelaku pun sempat mengancam akan membunuh serta meracun ibu angkat dan neneknya kalau si korban tidak mau melayani nafsu bejat pamannya itu.

Terungkapnya kasus ini bermula ketika pihak keluarga serta ayah kandung korban curiga dengan si pelaku karena selalu menutup-nutupi keberadaan si korban yang sudah 6 bulan tidak ada di rumah

Dan ternyata si korban disembunyikan di sebuah kontrakan selama enam bulan di wilayah Kecamatan Tunjung Teja untuk menghindari agar si pelaku tidak diketahui perbuatannya oleh warga.

Dari informasi yang diperoleh KM, Pelaku dengan inisial (NN) berumur 50 tahun, berprofesi sebagai petani dan melakukan aksi bejatnya tersebut dengan cara menyeret korban (DS) usia 20 tahun dan mengunci pintu kamar. Korban pun sempat selamat dan bisa menghindar pada waktu itu.

Namun, beberapa hari kemudian, (NN) mencoba untuk melakukan aksi bejatnya yang kedua kalinya, dan akhirnya si korban tidak bisa menghindari karena di seret dan dikunci di dalam kamar serta di ancam akan menyantet keluarganya.

Advertisement

Saat ini korban masih dalam kondisi trauma dan mengalami gangguan psikologis, rasa takut masih membayang bayangi dirinya

“Saya takut saya diancam, dipaksa, kalau tidak mau melayani si abah, nenek saya dan emak saya akan diracun, dan si abah juga bilang santet-santet gitu ke saya, Saya takut,” terang DS saat diwawancara kupasmerdeka.com sambil menangis terseguk seguk.

Pelaku (NN) sendiri mengakui bahwa dirinya telah melakukan perbuatan bejatnya itu sebanyak 5 kali.

Pelaku kini sudah ditahan Polres Serang sejak terungkapnya kasus ini pada hari Minggu (21/11) dibantu oleh Polsek terdekat (Polsek Pamarayan).

Sementara itu, dalam keterangannya kepada KM, Bono, selaku ayah korban menuntut agat si Pelaku dihukum seberat-beratnya.

“Bila perlu dihukum mati,” tandas Bono.

Hingga kini, kasus pencabulan tersebut mendapat pendampingan Hukum dari kantor Hukum Medi Subandi SH n fatners

Reporter : Acun sunarya

Editor : Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: