Aktivis Sayangkan Lemahnya Pengawasan di Proyek Normalisasi Kali Srengseng

Kegiatan Normalisasi Kali Srengseng Desa Tridaya Sakti Tambun Selatan (dok. KM)
Kegiatan Normalisasi Kali Srengseng, Desa Tridaya Sakti, Tambun Selatan (dok. KM)

BEKASI (KM) – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Kontruksi (DSDABMBK) menggelar kegiatan normalisasi kali di beberapa titik dengan memakai anggaran Banprov tahun 2021 sebagai upaya untuk penanganan banjir.

Salah satunya yaitu kegiatan pembangunan drainase (banjir) normalisasi Kali Srengseng, Desa Tridaya Sakti, Kecamatan Tambun Selatan yang dimenangi CV. Jhonriver Karya Persada dengan anggaran Rp 1.462.160.370,- yang saat ini menjadi sorotan.

Pasalnya, dari nilai anggaran yang cukup fantastis itu, proyek itu masih tidak dilengkapi papan informasi maupun direksi keet, padahal spesifikasi tersebut sudah tercantum di dalam RAB.

Menurut Yanto Purnomo, pemerhati infrastruktur Kabupaten Bekasi, dirinya menyayangkan lemahnya pengawasan dari dinas dan konsultan di kegiatan tersebut, yang seharusnya ada peneguran agar kontraktor memasang plang proyek dan direksi keet.

“Karena untuk papan proyek di dalam spesifikasi RAB sudah tercantum, itu pun dengan menggunakan multiplek tebal 9mm, kayu 5/7 kelas II, frame allumunium L.10.10.1, banner plastik ukuran 0,6 x 0,8 m2, paku campuran 5cm dan paku 7cm, cat kayu,” kata Yanto kepada KM, Rabu 3/11

Advertisement
.

“Kalau untuk direksi keet seharusnya sebelum pekerjaan dimulai, pihak kontraktor membangun direksi keet terlebih dahulu. Sebab perlu diketahui fungsi dari direksi keet ini sebagai pusat tempat komunikasi antar para pihak yang terlibat, atau juga bisa dijadikan tempat untuk mengontrol dan melakukan monitoring proyek pembangunan yang sedang berlangsung,” lanjutnya.

“Biasanya para pihak dan kontraktor akan mengisinya sesuai progres pekerjaan, misalnya tersedia buku-buku catatan penting, jadwal pekerjaan, sketsa bangunan, jadwal kerja dan lain sebagainya,” jelasnya.

“Perlu diketahui, hal sekecil itu saja pihak mereka (kontraktor) pekerja tidak secara profesional, apa lagi dengan item-item lainnya yang dikerjakan patut harus dipertanyakan,” ungkap Yanto.

Terpisah, Agung, selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) bidang PSDA pada Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Kontruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi, tidak merespon saat dikonfirmasi KM perihal plang proyek dan bangunan direksi keet kegiatan normalisasi kali Srengseng tersebut.

Reporter: KM Bekasi
Editor: Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: