Aktivis Endus Kongkalikong pada Proyek Peningkatan Jalan Lingkungan di Perumahan Villa Permata

Titik core drill pengaspalan di Perumahan Villa Permata RW 012 Desa Jejalan, yang ditandai pilok putih (dok. KM)
Titik core drill pengaspalan di Perumahan Villa Permata RW 012 Desa Jejalan, yang ditandai pilok putih (dok. KM)

BEKASI (KM) – Proyek peningkatan jalan lingkungan yang menggunakan item aspal (hotmix) di Perumahan Villa Permata, Desa Jejalenjaya, Kecamatan Tambun Utara, melalui Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman Dan Pertanahan (DPRKPP) Kabupaten Bekasi, diduga ada kejanggalan dalam pengambilan sampel core drill di beberapa titik.

Ketika itu, saat tim media melakukan monitoring di lokasi pengaspalan, ditemukan ada titik-titik yang telah diberi tanda dengan cat semprot berwarna putih sebagai tempat mengambil sampel core drill, agar ukuran ketebalan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Saat dilakukan pengukuran di beberapa titik, ketebalan aspal tidak mencapai 3 cm, melainkan kurang dari 2 cm, sedangkan di titik yang diberi tanda cat pilok saat diukur terdapat 3 sampai 4 cm.

Diketahui, proyek yang dikerjakan oleh kontraktor CV Berlian Utama Rama di perumahan Villa Permata ada empat lokasi:

1) Peningkatan Jalan Lingkungan Jl. Utama Perum Villa Permata Tambun RW 012 Desa. Jejalenjaya, dengan pagu anggaran Rp160.665.622,04

2) Peningkatan Jalan Lingkungan Jl. Manggis Perum Villa Permata Tambun RT 002 RW 012 Desa Jejalenjaya, dengan pagu anggaran Rp160.599.412,99

3) Peningkatan Jalan Lingkungan Jl. Delima Perum Villa Permata Tambun RT 001 RW 012 Desa Jejalenjaya, dengan pagu anggaran Rp160.004.384,54

4) Peningkatan Jalan Lingkungan Jl. Jeruk Perum Villa Permata Tambun RT 003 RW 012 Desa. Jejalenjaya, dengan pagu anggaran Rp160.665.622,04

Sementara itu, Adi Saadih selaku konsultan proyek saat dikonfimasi KM melalui WhatsApp mengenai kegiatan di perumahan Villa Permata apakah itu di bawah pengawasannya, ia membenarkan.

Advertisement

Ia pun mengaku sudah menegur pihak pelaksana, terkait temuan wartawan di lokasi proyek.

“Saya sudah mengarahkan dan menginstruksikan pelaksana untuk gelarannya tolong sesuaikan dengan RAB,” kata Adi Saadih kepada KM, Rabu 10/11.

Namun, ia enggan menjawab terkait dugaan kejanggalan lantaran core drill dilakukan hanya pada titik yang telah diberi tanda dengan cat semprot berwarna putih.

Terpisah, Yanto, Ketua Komunitas Peduli Bekasi (KPB) ketika dimintai tanggapan oleh media terkait temuan tersebut, dirinya menduga adanya kongkalikong antara kontraktor, konsultan, pengawas dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada saat pengambilan sampel core drill.

“Dengan ditentukannya di beberapa titik core drill yang diberi tanda cat pilok warna putih oleh pihak kontraktor CV. Berlian Utama Rama, saya menilai ada pembiaran tanpa melakukan peneguran dari Dinas dan konsultan,” ucap Yanto.

“Seharusnya konsultan pengawas memiliki peran penting, ketika ada kejanggalan dalam proses mengambil sampel core drill, yang ditandai dengan cara seperti itu, lakukan ketegasan jangan hanya diam saja,” ketus Yanto.

Terkait dugaan penyimpangan dalam hasil core drill di proyek pengaspalan perumahan Villa Permata, Yanto meminta kepada Inspektorat dan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi, agar menunjukkan taringnya dengan segera terjun ke lapangan untuk melakukan kroscek dan menindak tegas oknum-oknum yang bermain.

Reporter : Mon

Editor : Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: