Pembangunan Workshop Bersama di Sumur Batu Dipertanyakan, Pernyataan Konsultan dan Pihak Kontraktor Berbeda

Lokasi Pembangunan Workshop Bersama di Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi (dok.KM)

BEKASI (KM) – Pembangunan Workshop Bersama Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, di wilayah Bantar Gebang dipertanyakan dalam segi pekerjaan.

Proyek ini dimenangkan CV. Sis Gemilang melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Bekasi, dengan pagu anggaran Rp1.283.271.037,40 diselenggarakan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, di Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang.

Saat kupasmerdeka.com memantau lokasi, tidak nampak plang proyek dan direksi keet di lokasi kegiatan.

Konsultan pengawas dari Dinas (Disperkimtan) PT. Delta Elok Lestari bernama Sobirin, saat dikonfirmasi mengenai plang proyek dan direksi keet, dirinya menjawab untuk papan nama proyek mungkin ada namun belum dipasang.

Anehnya, waktu ditanyakan soal bangunan direksi keet, Sobirin sebagai konsultan pengawas mengaku tidak memahami. “Apa itu direksi keet, saya engga mengerti,” katanya.

“Oh, maksudnya direksi keet itu mes ya artinya, maaf saya masih baru jadi konsultan, jadi belum begitu mengerti.  Mungkin untuk mes belum ada, karena itu kan buat penyimpanan material, kalau pekerja mereka pada ngontrak,” ucap Sobirin, Jumat 1/10.

Ketika ditanya, apakah ada item lantai dasar (B nol), ia mengatakan untuk B nol 50 centimeter dan rigid beton 35 centimeter.

Advertisement

“Diketahui, lokasi yang dikerjakan, dasarnya masih terlihat penuh dengan sampah. Sampah tersebut dikupas dan diangkat terlebih dahulu kurang lebih 10-15 centimeter,” kata Sobirin.

Sementara, sebagai konsultan pengawas yang mengawasi proyek miliaran ini, apakah dirinya memiliki sertifikat keahlian SKA sebagai Penanggung Jawab Teknik (PJT), ia pun menjawab, tidak memiliki.

Mirisnya lagi, pernyataan konsultan dan kepala rombongan pekerja berbeda tidak sinkron. Mamat selaku kepala rombongan pekerja mengatakan bahwa tidak ada pengupasan sebelum dipasang batu kapur, hanya membersihkan yang ada sampahnya saja.

“Karena item dasar yang tercantum di RAB hanya limestone dan sirtu saja, untuk B nol juga tidak ada langsung rigid beton,”  ujarnya.

“Untuk pembesian hanya wiremesh saja, sebelumnya digambar awal ada dowel, tapi ketika RAB turun cuman item wiremesh katanya anggarannya tidak cukup. Ini aja limestone ajuan dari kontraktor, sebelumnya hanya sirtu 15 centimeter, makanya ada CCO [contract change order – perubahan kontrak] di pekerjaan ini,” tambahnya.

Reporter: KM Bekasi

Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: