Dinilai Bermasalah, Proyek Pengecoran Jalan H. Bosih dan Pengaspalan Kramatdongdong Masih Jadi Sorotan

Kondisi Jalan H. Bosih dan Jalan Kramatdondong, Kabupaten Bekasi (dok. KM)
Kondisi Jalan H. Bosih dan Jalan Kramatdondong, Kabupaten Bekasi (dok. KM)

BEKASI (KM) – Belum maksimalnya pengerjaan beberapa proyek oleh kontraktor dalam program pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bekasi masih menjadi sorotan, seperti yang terjadi pada kegiatan proyek pengecoran jalan raya H. Bosih, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung.

Proyek jalan yang belum lama rampung tersebut dinilai bermasalah karena sudah terjadi keretakan rigid beton hingga mengalami kerusakan di ruas badan jalan.

Adapun poyek tersebut dikerjakan oleh kontraktor CV Varforcea Nowly dengan nilai Rp.2.299.628.320,11,-.

Bermasalahnya proyek jalan tersebut diduga dari item pembesian dan kualitas spesifikasi beton yang kurang maksimal.

Sebelumnya, dari keterangan pihak konsultan dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Bina Kontruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi, pihaknya akan melakukan pemotongan terhadap item pembesian dan sedang dibuatkan berita acara pemotongan, namun hingga kini, informasi hasil pemotongan itu belum ada kabar kelanjutannya.

Belum usai permasalahan kegiatan Jalan Raya H. Bosih, muncul persoalan di pekerjaan pengaspalan di Jalan Kramatdondong terkait dengan item hotmix yang dikerjakan oleh CV Nuri Abadi Jaya yang dari hasil pantauan media di lokasi pekerjaan, mobil muatan aspal hanya 6 dump truk.

“Kalau di RAB volume panjang 284m lebar 4m gelaran penebalan 0,03m, jadi untuk kebutuhan aspalnya harus 78 ton,” ujar Agus, konsultan pengawas proyek saat dihubungi via WhatsApp.

Advertisement

“Jadi waktu itu, ketika pelaksanaan di titik lokasi ada kegiatan saluran air, untuk sebagian titik volume lebar kita alihin ke panjang, untuk titik lokasi yang berdekatan dengan saluran digelar lebarnya 3 meter, sisanya ke belakang panjang 50 meter lebar 5 meter, cuma untuk gelaran penebalan tetap 3 senti,” jelas Agus.

“Kalau nanti core drill ada PPTK dan pengawas Dinas yang hadir. Ya kalau terdapat kurang dari 3 senti, ada ketentuannya untuk pemotongan,” sambungnya.

Sementara itu dari hasil pantauan kupasmerdeka.com Jumat 22/10, saat dilakukan pengecekan lubang yang sudah di core drill ditemukan hasilnya tidak sampai 3 cm, sedangkan pernyataan dari konsultan spesifikasi untuk ketebalannya adalah 3 cm.

Terpisah, kepala UPTD I pada Dinas Sumber Daya, Bina Marga dan Bina Kontruksi (DSDABMBK), Glora Tarigan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat mengenai hasil core drill kegiatan pengaspalan Jalan Kramatdondong dirinya enggan menjawab.

Begitupun kepala seksi pengawasan pengendalian (wasdal) di Dinas DSDABMBK Prima saat dimintai komentarnya soal core drill Kramatdondong hanya menjawab singkat. “Terima kasih infonya bang,” pungkasnya.

Reporter: KM Bekasi
Editor: Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: