Perumda PPJ Berikan Tenggat Waktu 1 Minggu Bagi PKL di Depan Blok B Pasar Kebon Kembang untuk Masuk ke Dalam

(dok. KM)
(dok. KM)

BOGOR (KM) – Pasca aksi unjuk rasa pedagang kaki lima (PKL) di depan Balaikota Bogor, Jumat 3 September 2021, Perusahaan Umum Daerah Pasar Pakuan Jaya (Perumda PPJ) Kota Bogor menegaskan hanya memberikan waktu seminggu untuk PKL di depan Blok B Pasar Kebon Kembang agar bisa masuk ke dalam pasar.

Direktur Utama Perumda PPJ Kota Bogor Muzakkir mengungkapkan, selama ini pihaknya memang yang melarang PKL berjualan di depan Pasar, karena mengganggu aktivitas pengunjung masuk ke dalam pasar, serta banyaknya keluhan oleh pedagang yang berada di dalam pasar, karena komoditi sama dengan pedagang dalam.

“Ya namun situasi dan kondisi saat ini menjadikan adanya toleransi untuk beberapa PKL kembali berjualan, hanya selama seminggu, sekaligus untuk memilih tempat berjualan di dalam pasar,” ungkap Muzakkir, Sabtu 4/9.

“Selama seminggu ini, PKL bisa memilih tempat di dalam pasar, sehingga kami bisa mempersiapkan tempat berjualan mereka, namun setelah itu kami akan melakukan penindakan penertiban jika mereka tetap berjualan di bagian pasar Kebon Kembang,” tambah Muzakkir.

Muzakkir juga mengatakan, mereka (PKL) juga mengganggu ketertiban umum, sehingga selama ini pihaknya tidak memperkenankan untuk adanya transaksi jual beli di luar pasar.

“Ya PKL itu bisa menempati berbagai tempat, seperti di kios atau selasar pasar, sehingga bisa mendapatkan keamanan dan kenyamanan selama bertransaksi,” katanya.

Untuk sewa kios pihaknya juga masih memperhatikan pandemi covid-19, sehingga selama sekitar 6 bulan tidak ditarik uang bayaran untuk bisa mengembangkan usaha PKL di dalam pasar.

Advertisement

Sebelumnya, setelah dua jam aksi unjuk rasa, akhirnya Perumda PPJ Kota Bogor menemui PKL Pasar Kebon Kembang Blok B di Balaikota Bogor, Jumat 3/9 sore.

Dari pertemuan tersebut, Perumda PPJ melalui Direktur Operasional (Dirops) Denny Ari Wibowo mengatakan bahwa PPJ memberikan izin para PKL ini untuk berjualan kembali di depan Blok B Pasar Kebon Kembang dan diperbolehkan mulai besok.

“Hasil dari pertemuan tadi kita mengerucut, kita kasih jangka waktu 1 minggu untuk berjualan di depan, sambil mencari lokasi di dalam pasar, dan kita sudah ada lokasi di dalam untuk 45 pedagang,” kata Denny kepada wartawan di Balaikota.

Deni menegaskan, pemberian waktu itu hanya 1 minggu dan jika dalam satu minggu mereka tidak mau pindah ke dalam, mungkin pihaknya tidak akan mengakomodir lagi.

“Ya hasil keputusan ini bersama Sekda, tadi keputusan hanya secara lisan, karena semua sama-sama tahu. Jika para PKL ini sudah pindah ke dalam maka pihak PPJ memberikan gratis selama 6 bulan. Untuk totalnya para PKL yang di depan Blok B ini ada 33 pedagang dan jika dia mau pindah ke dalam, kita berikan gratis selama enam bulan,” pungkas Deni.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: