Kebakaran di Pasar Bawah Bukittinggi, Puluhan Kios Ludes Dilahap si Jago Merah
BUKITTINGGI (KM) – Bunyi sirine mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bukittinggi menuju lokasi kebakaran di Pasar Bawah, merubah suasana keheningan malam menjadi kegalauan
Musibah kebakaran yang diketahui terjadi sekitar pukul 02.00 Sabtu (11/9) dinihari yang membakar puluhan kios dan los di pasar tersebut, mengundang masyarakat untuk turun kelokasi, untuk melihat apa yang terjadi.
Sementara, petugas pemadam kebakaran dari Kota Bukittinggi yang menurunkan 6 unit armadanya, dibantu tiga armada pemadam kebakaran dari Kabupaten Agam dan beberapa armada dari daerah lainnya langsung silih berganti datang lokasi.
Dari data yang berhasil dirangkum Kupas Merdeka.com dari keterangan Bripka Arlen, petugas identifikasi Polres Bukittinggi, melalui keterangan salah seorang saksi, api pertama terlihat dari kios gula aren (saka anau-red). Api yang sudah mulai membesar pada kios tersebut dengan cepat berpindah ke kios lainnya, seperti los kelapa, ikan kering sekitar tempat itu.
Masyarakat yang mengetahui kejadian itu tidak bisa berbuat banyak, karena api sudah membesar dan banyaknya barang yang mudah terbakar. Setidaknya puluhan kios ludes diamuk si jago merah pada kejadian di keheningan malam itu.
Terpisah, Sekretaris Dinas Kebakaran Kota Bukittinggi, Susilo yang dihubungi menjelaskan, kalau api bisa dijinakkan mendekati pukul 05.00 setelah 15 armada pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api. Namun, dirinya belum bisa memastikan jumlah kios yang terbakar.
Untuk memudahkan penyelidikan, pihak kepolisian langsung memasang garis polisi disekitar lokasi kebakaran. Unit Identifikasi Polres Bukittinggi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) di lokasi kejadian mencari penyebab datangnya api.
Kapolsek Bukittinggi, AKP Deny Akhmad Hamdani, menjelaskan, walaupun ada dugaan sementara kalau penyebab datangnya api berasal dari kosleting arus pendek listrik, namun pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan penyebab lain datangnya api.
Reporter : Warman
Editor : Sudrajat
Leave a comment