Holding BUMN Sertifikasi Perumda PPJ dan RSUD Kota Bogor
BOGOR (KM) – BUMN Indonesia melalui kolaborasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Holding BUMN Jasa Survei, Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), Sucofindo, dan Surveyor Indonesia memberikan sertifikasi kepada dua BUMD Kota Bogor, yakni Perusahaan Umum Daerah Pasar Pakuan Jaya (Perumda PPJ) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor.
Sertifikat diserahkan oleh Asisten Deputi TJSL Kementrian BUMN, Agus Suharyono kepada Direktur Utama Perumda PPJ Muzakkir dan Direktur Utama RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir di Kota Bogor, Rabu 22/9.
Hadir pada penyerahan sertifikat tersebut antara lain perwakilan dari holding BUMN Jasa Survei, Biro Klasifikasi Indonesia, Sucofindo, dan Surveyor Indonesia, serta Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim.
Sertifikat yang diserahkan adalah Cleanliness, Health, Safety and Enviromental Sustainability (CHSE), Behavior Based Safety and Disinfection Monitoring Program kepada Perumda PPJ, serta Audit Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) kepada RSUD Kota Bogor.
Usai penyerahan sertifikat, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, mengatakan, dengan diberikannya sertifikat kepada dua BUMD Kota Bogor, diharapkan ada perubahan paradigma dan cara pandang pada kedua BUMD tersebut.
Menurut Dedie A Rachim, RSUD Kota Bogor yang menerima sertifikat SMK3 artinya harus semakin ketat dalam melakukan langkah-langkah pelaksanaan prosedur pengananan kesehatan.
Kemudian, kepada Perumda PPJ yang menerima sertifikat CHSE, Behavior Based Safety and Desinfection Monitoring Program sehingga harus ada perubahan paradigma dan cara pandang.
“Pasar yang dalam gambaran masyarakat umumnya, semeraut dan berantakan, tetapi dengan sertifikat CHSE, akan jadi gambaran bahwa kita masuk era baru yang harus disikapi secara positif,” ungkap Dedie.
Pada kesempatan tersebut, Dedie juga mengucapkan terima kasih kepada Holding BUMN yang disebut telah memberikan perhatian kepada Kota Bogor.
Dedie juga menyebut, pemberian sertifikat kepada dua BUMD Kota Bogor ini, bukan karena kedekatan, tapi karena Presiden tinggal di Kota Bogor. “Jadi, kalau nanti bertemu, kami akan lapor, Pak Presiden, dari BUMN banyak sekali memberikan perhatian ke Kota Bogor,” pungkas Dedie.
Reporter:Â ddy
Editor: MSO
Leave a comment